Veloz Hybrid Siap Gempur Pasar ASEAN, Produksi dari Pabrik Indonesia

- Sabtu, 22 November 2025 | 07:36 WIB
Veloz Hybrid Siap Gempur Pasar ASEAN, Produksi dari Pabrik Indonesia
Veloz Hybrid, Senjata Baru Ekspor Toyota dari Indonesia

Toyota Indonesia kembali menunjukkan taringnya. Kali ini, mereka menyiapkan Veloz Hybrid sebagai produk ekspor terbaru yang akan dikirim ke berbagai negara di Asia Tenggara. Langkah ini bukan cuma sekadar menambah varian, tapi juga memperkuat strategi elektrifikasi mereka di kawasan ini. Di sisi lain, posisi Indonesia kian kokoh sebagai basis manufaktur regional untuk model-model ramah lingkungan.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azzam, mengungkapkan bahwa hampir semua model produksi dalam negeri memang diusahakan untuk diekspor. Namun begitu, ada tantangannya.

“Semua model-model yang diproduksi dalam negeri kami usahakan untuk ekspor, cuma ini setir kanan, sedangkan tujuan ekspor tuh banyak yang setir kiri,” ujar Bob saat ditemui di ICE BSD, Tangerang, Jumat (21/11).

Veloz Hybrid ini tetap mengusung DNA yang sama dengan Veloz yang sudah dikenal masyarakat. Karakter sporty dan modernnya dipertahankan, terutama pada varian atas yang sudah dilengkapi aksesori kosmetika Modellista. Jadi, tampilannya tetap garang, cuma sekarang lebih irit.

Sebagai mobil hybrid, Veloz ini mengandalkan kombinasi mesin bensin 1.500 cc tipe 2NR-VEX dan motor listrik. Hasilnya? Respons yang halus dan tentu saja efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Konfigurasi dapur pacunya mirip dengan yang dipakai di Yaris Cross Hybrid.

Dengan harga mulai Rp 299 juta, Veloz Hybrid masuk dalam jangkauan yang cukup kompetitif untuk segmen MPV. Toyota berharap varian ini bisa mendorong adopsi teknologi hybrid di segmen yang selama ini paling ramai dan sengit persaingannya.

“Jadi memang kami ada development stage untuk setir kiri. Jadi ya, yang setir kanan dulu,” tambah Bob.

Veloz Hybrid ini akan diproduksi di fasilitas TMMIN, yang selama ini jadi tulang punggung ekspor Toyota baik dalam bentuk CBU maupun komponen. Kehadirannya melengkapi portofolio ekspor yang sebelumnya sudah diisi oleh Innova Zenix dan Yaris Cross. Semuanya hybrid.

Pencapaian TMMIN sebenarnya sudah cukup mentereng. Bulan lalu saja, mereka berhasil menembus angka 3 juta unit ekspor kendaraan utuh (CBU) yang dikirim ke lebih dari 100 negara. Sebuah pencapaian yang tidak main-main.

Konsistensi TMMIN dalam menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor global sudah berlangsung sejak 1987. Kala itu, Kijang generasi ketiga menjadi produk pertama yang dikirim ke Brunei Darussalam. Kini, setelah puluhan tahun, mereka tak cuma ekspor mobil konvensional, tapi juga kendaraan elektrifikasi, termasuk Veloz Hybrid nantinya.

Fakta di lapangan menunjukkan, meski penjualan mobil domestik sedang lesu, Toyota tetap bisa menjaga utilisasi produksinya hingga 90%. Kuncinya? Ekspor. Aktivitas ekspor inilah yang menjadi penyelamat.

“Makanya kami akan melihat segmen-segmen mana yang bisa kami kembangkan hybrid-nya,” pungkas Bob.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar