Fadli Zon Resmikan Gedung Koleksi Baru, Situs Purbakala Pugungraharjo Kini Punya Wajah Baru

- Sabtu, 22 November 2025 | 06:15 WIB
Fadli Zon Resmikan Gedung Koleksi Baru, Situs Purbakala Pugungraharjo Kini Punya Wajah Baru

LAMPUNG TIMUR – Udara di Desa Pugung Raharjo, Sekampung Udik, terasa berbeda hari itu. Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi membuka Gedung Koleksi Baru di Situs Taman Purbakala Pugungraharjo. Acara ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan langkah strategis untuk melindungi dan menyajikan artefak-artefak berharga dari situs prasejarah penting ini.

Dalam sambutannya, Fadli Zon menegaskan bahwa gedung baru ini merupakan fondasi penting untuk menjaga kesinambungan pengetahuan sejarah Lampung Timur. Menurutnya, warisan peradaban di wilayah selatan Sumatra ini punya kaitan erat dengan Indonesia sebagai negara megadiversity.

"Indonesia mempunyai kekayaan budaya yang luar biasa," ujarnya dengan semangat.

"Keberagaman dan kekayaan budaya kita, yang saya sebut sebagai megadiversity. Dan kalau kita lihat rentang waktunya juga luar biasa, dari jutaan tahun yang lalu, ratusan ribu tahun yang lalu, dan puluhan ribu tahun yang lalu."

Di sisi lain, kegiatan penataan lingkungan, ekskavasi arkeologi, serta revitalisasi gedung koleksi ini diharapkan bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini sekaligus menjadi upaya pelestarian bersama, terutama untuk warisan budaya yang berada di Lampung Timur.

Iskandar Mulia Siregar, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII, dalam laporannya menyampaikan bahwa revitalisasi Gedung Koleksi ini merupakan bagian dari pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya. Semua ini sesuai amanat UU Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017.

"Upaya pelestarian cagar budaya merupakan hal yang tidak mudah," tuturnya.

"Perlu dilakukan secara terus menerus dan bersama-sama. Adapun upaya Revitalisasi Gedung Koleksi Situs Cagar Budaya Nasional Pugung Raharjo tentunya baru menjadi langkah awal kita untuk terus melestarikan Cagar Budaya ke depannya."

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, punya pandangan lain. Menurutnya, revitalisasi ini bukan cuma soal melestarikan kebudayaan, tapi juga menyelamatkan kenangan masyarakat Lampung, khususnya warga Lampung Timur.

"Tentu revitalisasi gedung koleksi ini memiliki tujuan yang sangat besar untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap artefak, setiap batu prasasti, dan setiap cerita yang ada di situs budaya ini," jelasnya.

"Warisan ini adalah milik kita semua dan juga milik generasi mendatang."

Ia juga menyampaikan bahwa jajarannya sedang fokus menyelesaikan infrastruktur sebagai tujuan utama pembangunan dan daya ungkit ekonomi.

Gedung koleksi ini sebenarnya bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Kebudayaan dalam mendukung pelestarian tinggalan budaya. Khususnya yang berasal dari berbagai periode sejarah di Pugungraharjo, mulai dari masa megalitik hingga perundagian.

Dengan fasilitas yang lebih memadai, koleksi temuan arkeologi kini bisa ditata lebih rapi. Didokumentasikan dengan baik, dan disajikan mengikuti standar pelestarian modern. Harapannya, gedung ini akan menjadi sarana edukasi yang mampu menyampaikan narasi arkeologi secara informatif kepada publik.

Acara peresmian ini dihadiri berbagai pejabat penting. Mulai dari Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayudha, hingga Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi. Tak ketinggalan Ketua DPRD Lampung Timur Rida Rotul Aliah dan sejumlah kepala dinas terkait.

Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap warisan sejarah ini bisa terus hidup melalui kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah daerah dan pusat. Hal ini diyakininya akan memperkuat jati diri dan identitas bangsa.

"Saya berharap terjadi kolaborasi, kerja sama, dan gotong royong antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar situs-situs ini didukung dengan satu ekosistem yang baik," katanya.

"Agar dapat menjadi living heritage yang bisa membangun jati diri dan identitas kita."

Usai meresmikan gedung, Fadli Zon meninjau langsung kawasan Situs Taman Purbakala Pugungraharjo yang luasnya mencapai 33 hektare. Di antara rerumputan dan pepohonan, ia menyaksikan tinggalan budaya berupa punden berundak dan temuan terbaru dari ekskavasi arkeologi yang masih berlangsung.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar