Di sebuah ruang pertemuan di Tangerang, Kamis lalu, suasana tampak cukup ramai. Lebih dari 875 pelaku industri perumahan berkumpul. Mereka hadir bukan tanpa alasan. Bank Mandiri, si bank berlogo pita emas itu, kembali menggelar sosialisasi program Kredit Program Perumahan (KPP). Acara ini adalah bagian dari komitmen mereka mendukung pemerintah mengejar target 3 juta rumah dalam periode RPJMN 2025–2029.
Sinergi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) ini memang terasa strategis. Pesertanya pun beragam. Dari sisi suplai, ada lebih dari 315 pelaku usaha seperti developer, kontraktor, hingga toko bahan bangunan. Sementara dari sisi permintaan, tak kurang dari 260 pelaku usaha mikro ikut serta sebagai calon pengguna fasilitas pembiayaan. Komposisi ini jelas menggambarkan upaya melibatkan seluruh mata rantai sektor perumahan.
Henry Panjaitan, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, hadir dan menyampaikan pandangannya.
"Dukungan kami terhadap penyaluran KPP ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor perumahan secara inklusif," ujarnya. Menurut Henry, program ini tak cuma menyokong pelaku konstruksi atau pengembang, tapi juga mendorong pemberdayaan UMKM di berbagai penjuru wilayah.
Kolaborasi erat antara pemerintah dan perbankan, harapannya, bisa memperluas lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, dan memperkuat daya saing nasional menuju Indonesia Emas 2045. Semua itu selaras dengan Asta Cita Pemerintah.
Nah, program KPP sendiri sebenarnya diatur dalam Permenko No. 13/2025 dan Permen PKP No. 13/2025. Fungsinya sebagai kredit modal kerja atau investasi yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha maupun perorangan di sektor perumahan. Jadi, bukan cuma untuk beli rumah, tapi juga buat bangun atau renovasi.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman dan Biaya Turun Rp2 Juta
Pemerintah Jamin Biaya Haji 2026 Tak Naik Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah
Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun APBN untuk Tanggung Kenaikan Biaya Haji Akibat Lonjakan Avtur
Presiden Prabowo Tegaskan Kunjungan Luar Negeri untuk Jamin Pasokan Minyak