JAKARTA - Polda Metro Jaya resmi menerbitkan pencekalan ke luar negeri bagi Roy Suryo dan kawan-kawannya yang menjadi tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Langkah ini diambil menyusul status hukum mereka yang kini berubah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, pencekalan merupakan konsekuensi logis dari penetapan status tersangka. "Betul, karena status yang bersangkutan adalah tersangka, wajib lapor seminggu sekali. Dan kita cekal untuk ke luar negeri, tapi bukan tahanan kota," jelas Budi kepada awak media, Kamis (20/11/2025).
Ia melanjutkan, kebijakan ini mulai berlaku sejak mereka ditetapkan sebagai tersangka. "Intinya, ini untuk mencegah mereka keluar negeri," ungkapnya singkat.
Meski dibatasi ke luar negeri, ruang gerak mereka di dalam negeri ternyata tak sepenuhnya dibatasi. Budi menyebut mereka masih boleh bepergian ke kota lain seperti Semarang atau Bali. Syaratnya satu: kewajiban lapor harus tetap dipenuhi. "Kalau jalan-jalan ke luar kota aja ke Semarang, ke Bali boleh," ucap Budi dengan nada santai.
Artikel Terkait
BGN Jelaskan Alasan Anggarkan Rp113 Miliar untuk Jasa Event Organizer
Inflasi AS Melonjak ke Level Tertinggi Setahun Akibat Konflik Iran dan Harga BBM
Wamenkominfo: Infrastruktur Telekomunikasi Kunci Utama AI untuk Dongkrak Pertanian
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Diharapkan Reduksi Kemacetan