Kekhawatiran tentang gelembung di sektor AI belakangan ini memang ramai diperbincangkan. Tapi Jensen Huang, sang CEO Nvidia, justru punya pandangan berbeda. Ia sama sekali tak khawatir dengan isu bubble tersebut.
"Banyak yang bilang ini bubble AI. Tapi dari tempat kami berdiri, yang kami lihat justru sesuatu yang sangat lain," ujarnya dengan nada tenang saat memaparkan laporan kinerja kuartalan perusahaan. Pernyataan itu disampaikan Kamis (20/11/2025) seperti dilansir Business Insider.
Nvidia memang sedang di atas angin. Perusahaan chip ini menjadi pionir pertama di dunia yang berhasil mencatatkan kapitalisasi pasar fantastis: USD5 triliun. Mereka jelas jadi pihak yang paling diuntungkan dari tren AI yang meledak-ledak.
Menurut Huang, ada tiga faktor utama yang mendongkrak performa Nvidia. Pertama, pergeseran permintaan dari chip tradisional menuju GPU. Lalu, ada gelombang popularitas AI generatif yang tak terbendung. Dan yang terakhir, perkembangan pesat di bidang AI agentik dan robotika.
Artikel Terkait
Anindya Bakrie Soroti Dumping dan Impor Ilegal sebagai Tantangan Ekspor Tekstil Bebas Bea ke AS
Afghanistan Klaim Tembak Jatuh F-16 Pakistan, Islamabad Bantah dan Sebut Serang Militan
Kadin Soroti Juknis Tak Jelas Hambat Program Makan Bergizi di Daerah 3T
DPR Desak Kemnaker dan Kemenhub Awasi Ketat Penyaluran THR Pekerja Ojol