Tapi tak semua berita baik. Defisit neraca migas justru membesar, didorong kenaikan harga minyak global. Di bagian lain, neraca pendapatan primer defisitnya mengecil. Ini karena periode pembayaran dividen dan bunga investasi asing sudah lewat.
Bagaimana dengan investasi? Investasi langsung masih surplus, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik masih terjaga. Sayangnya, investasi portofolio malah defisit. Penyebab utamanya, modal asing keluar dari surat utang. Investasi lainnya juga ikut defisit, terutama karena swasta banyak membayar pinjaman.
Akumulasi dari semua perkembangan itu, transaksi modal dan finansial di Kuartal III-2025 akhirnya mencatat defisit cukup dalam: USD8,1 miliar. Sebuah angka yang menggambarkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Dapat Mandat Baru Kelola Dana Cadangan Fiskal
Inara Rusli Berjuang Klarifikasi Status, Lisa BLACKPINK Cetak Sejarah di Golden Globes
Suzuki S-Presso Berubah Wajah, Mirip Jimny dengan Modifikasi Rp 40 Juta
Puting Beliung Hantam Bandara Juanda, Sejumlah Penerbangan Dialihkan