Premanisme dan Ormas Timbulkan Beban Biaya Investasi Hingga 40 Persen
Studi Ungkap Praktek Pemerasan Sistemik Ganggu Iklim Berusaha di Indonesia
Jakarta - Praktek premanisme dan organisasi kemasyarakatan (ormas) terbukti menjadi faktor signifikan yang membebani iklim investasi di Indonesia. Temuan terbaru mengungkapkan praktik ini menyedap 15-40 persen dari total biaya investasi dan biaya produksi perusahaan.
Data mengejutkan menunjukkan bahwa hampir separuh biaya investasi dapat tersedot untuk memenuhi tuntutan berbagai kelompok yang tidak terkendali, menciptakan inefisiensi sistemik dalam perekonomian nasional.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, mengkonfirmasi temuan ini dalam forum bisnis yang diselenggarakan di Jakarta. Menurutnya, masalah ini telah menjadi isu struktural yang memerlukan penanganan serius dari semua pemangku kepentingan.
Artikel Terkait
Kampung Haji Indonesia di Makkah Tertunda, Baru Bisa Digunakan 2027
30 Ribu Hektare Tambak Aceh Hancur Diterjang Banjir, Puluhan Ribu Pembudidaya Terpukul
Kasus Korupsi di Kantor Pajak, DJP Tegaskan Pelayanan Tetap Berjalan
Jay Idzes Tahan Ferguson, tapi Sassuolo Tumbang di Kandang AS Roma