“Peristiwa bermula dari adanya persoalan pribadi antara korban MH dengan pelaku RS yang dipicu oleh rasa cemburu terkait hubungan pertemanan antara teman perempuan mereka,” papar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Feetoffan, pada kesempatan yang sama.
Dicky menjelaskan bahwa korban MH, bersama rekannya MNF, awalnya mendatangi kos-kosan pelaku dengan niat menyelesaikan masalah. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena RS tidak berada di tempat.
Insiden berubah menjadi tragedi ketika kedua kelompok bertemu secara tak terduga dalam perjalanan pulang. Cekcok verbal dengan cepat bereskalasi menjadi kekerasan fisik.
“Terjadi cekcok hingga pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis sangkur yang telah dipersiapkannya. Pelaku kemudian menyerang kedua korban secara berturut-turut,” tutur Dicky mengakhiri penjelasannya.
Artikel Terkait
David da Silva Siap Tinggalkan Nostalgia, Bawa Malut United Serang Markas Persebaya
Ekonom UI: Defisit APBN 2025 Masih Aman, Bukan Sinyal Krisis
KPK Beberkan Pengembalian Rp 100 Miliar Terkait Kasus Kuota Haji
Kemnaker Tegaskan: Kabar Cairnya BSU 2026 Masih Hoaks, Waspada Penipuan!