Prabowo Subianto Gelar Pertemuan Strategis dengan Michael Bloomberg di Jakarta
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan dari pengusaha ternama Amerika Serikat sekaligus mantan Walikota New York City, Michael Bloomberg, di Istana Negara, Jakarta. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa ini dilaksanakan dalam format makan siang dan turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting.
Hadir dalam acara tersebut adalah CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Pertemuan ini menandai kunjungan balasan Bloomberg setelah sebelumnya Presiden Prabowo bertemu dengannya di New York pada bulan September.
Pembahasan Utama Pertemuan Prabowo dan Bloomberg
Rosan Roeslani dalam keterangannya menyampaikan bahwa pertemuan ini sangat produktif. Michael Bloomberg memberikan berbagai masukan berharga kepada Pemerintahan Prabowo Subianto. Topik yang dibahas sangat luas, mencakup pembangunan sumber daya manusia (SDM), peningkatan kualitas sektor pendidikan, dan penguatan layanan kesehatan.
Bloomberg juga berbagi pengalaman praktis selama masa kepemimpinannya sebagai Walikota New York. Pertukaran wawasan ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam mengelola program-program pembangunan di Indonesia.
Rencana Kolaborasi dan Kerja Sama Investasi
Salah satu poin kunci dari pertemuan ini adalah pembicaraan mengenai rencana kerja sama antara grup usaha Michael Bloomberg dan Danantara. Rosan menjelaskan bahwa kedua belah pihak membahas potensi kolaborasi dalam pengelolaan dana trust fund.
Ruang kerja sama ini tidak hanya terbatas pada sektor keuangan. Bidang edukasi, kesehatan, dan sanitasi juga menjadi fokus pembahasan. Selain itu, isu strategis seperti konservasi laut turut dibicarakan, meskipun rincian lebih lanjut masih akan ditindaklanjuti oleh tim terkait.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan sebelumnya di New York yang membuka peluang investasi dari Bloomberg LP di Indonesia. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem investasi dalam negeri, khususnya di sektor energi bersih dan perlindungan sumber daya laut.
Dengan adanya pertemuan ini, hubungan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang ekonomi dan investasi semakin erat. Hal ini membuka babak baru bagi masuknya investasi dan transfer pengetahuan yang dapat mendukung percepatan pembangunan Indonesia.
Artikel Terkait
5 Spot Takjil Favorit Warga Bandung Saat Ramadan
Real Belanja Pemerintah Januari 2026 Tembus Rp227,4 Triliun, Tumbuh 25,7%
AS Yakinkan Mitra Dagang Soal Keberlanjutan Kesepakatan Meski Tarif Baru Berlaku
Defisit APBN Januari 2026 Capai Rp54,6 Triliun, Menkeu: Masih Terkendali