Gelombang ketegangan perdagangan antara kedua negara tampaknya mulai mereda. Indikatornya adalah disepakatinya kesepakatan besar pertama yang memungkinkan perusahaan minyak India memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan LNG-nya dari AS. Menteri Perminyakan India, Hardeep Singh Puri, menyebut langkah strategis ini sebagai perkembangan bersejarah yang membuka pasar LNG India yang besar dan berkembang pesat bagi Amerika Serikat.
Langkah ini sejalan dengan desakan pemerintahan Trump agar India meningkatkan pembelian produk minyak bumi AS dan mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia. Selama ini, India merupakan salah satu pembeli terbesar minyak mentah Rusia, terutama setelah negara-negara Barat memberlakukan sanksi terhadap Moskow pasca invasi ke Ukraina pada 2022.
Progres Negosiasi Perdagangan India-AS
Negosiasi untuk sebuah kesepakatan perdagangan komprehensif antara India dan AS dilaporkan menunjukkan progres yang cepat. Seorang pejabat senior pemerintah India mengungkapkan bahwa aspek-aspek kunci dari fase pertama kesepakatan tersebut hampir final. Hal ini memberikan sinyal positif bagi kelancaran hubungan ekonomi kedua negara ke depannya.
Kemajuan ini patut disyukuri mengingat sebelumnya perundingan sempat terhenti berbulan-bulan akibat penolakan India untuk memangkas impor minyak dari Rusia.
Manfaat bagi Ekspor Pertanian India
Keuntungan lain bagi India datang dari keputusan AS untuk mencabut tarif timbal balik atas beberapa produk pertanian andalan, seperti teh, kopi, dan rempah-rempah. Langkah kebijakan ini diprediksi oleh para analis akan membebaskan bea masuk untuk ekspor pertanian India ke AS senilai sekitar 1 miliar dolar AS, memberikan angin segar bagi petani dan eksportir di sektor pertanian.
Artikel Terkait
Prabowo dan Raja Abdullah Sepakat Tingkatkan Koordinasi untuk Perdamaian Palestina
IMF Proyeksikan Ekonomi AS Tumbuh 2,4% di 2026, Peringatkan Ancaman Utang
Kemenhub Proyeksikan 2,38 Juta Pemudik Berangkat dari Stasiun Pasar Senen
Bapanas dan Pemprov Papua Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Ramadan