Laporan terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF) memuat proyeksi yang cukup optimis untuk perekonomian Amerika Serikat. Mereka memperkirakan ekonomi Negeri Paman Sam bakal tumbuh 2,4 persen di tahun 2026. Angka ini, kalau dilihat, memang lebih cepat ketimbang capaian tahun sebelumnya.
Menurut sejumlah staf IMF dalam pernyataan resminya, pertumbuhan di 2025 sendiri sudah berada di level 2,2 persen. Pencapaian itu didorong oleh produktivitas yang kuat dan berkelanjutan, meski ada sedikit gangguan dari penutupan pemerintahan di akhir tahun.
"Para staf memperkirakan pertumbuhan akan meningkat pada 2026 menjadi sekitar 2,4 persen,"
Begitu bunyi pernyataan mereka. Jadi, trennya naik.
Di sisi lain, kabar baik juga datang dari lapangan kerja. IMF memproyeksikan tingkat pengangguran akan lebih rendah pada 2026. Tapi jangan senang dulu. Lembaga keuangan global ini sekaligus mengeluarkan peringatan keras. Mereka khawatir dengan rasio utang pemerintah federal AS terhadap PDB yang terus membengkak, dan ini jadi ancaman serius.
"Tren kenaikan rasio utang publik terhadap PDB dan meningkatnya rasio utang jangka pendek terhadap PDB menunjukkan risiko stabilitas yang semakin besar bagi perekonomian AS dan global,"
Peringatan itu jelas disampaikan. Proyeksi mereka menunjukkan rasio utang itu bakal terus naik dari level sedikit di bawah 100 persen tahun lalu, hingga menyentuh hampir 110 persen pada 2031. Sebuah angka yang bikin was-was, tentu saja.
Jadi, gambaran besarnya begini: pertumbuhan ekonomi diprediksi tetap solid, bahkan menguat. Namun di balik itu, beban utang yang kian menumpuk ibarat awan gelap di cakrawala. (Wahyu Dwi Anggoro)
Artikel Terkait
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Jarak Luncur Tak Terpantau Akibat Kabut
Hingga Akhir Mei 2026, 13,59 Juta SPT Tahunan Masuk, Karyawan Mendominasi
Penjualan Tiket Kereta Api Tembus 1,3 Juta Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila
Puncak Arus Balik Libur Idul Adha, 41 Ribu Penumpang Kereta Tiba di Jakarta