Forum Pemred Usul Relaksasi Pajak Media dengan Konsep No Tax for Knowledge
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) secara resmi mendorong Pemerintah untuk memberikan keringanan pajak bagi perusahaan media. Inisiatif strategis ini berangkat dari sebuah gagasan besar yang disebut no tax for knowledge atau tanpa pajak untuk pengetahuan.
Gagasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Forum Pemred, Retno Pinasti, dalam sebuah kesempatan pertemuan dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan tersebut berlangsung di sela acara lari bertajuk "Run for Good Journalism 2025" yang diadakan di Jakarta Selatan.
Retno Pinasti dalam pernyataannya mengungkapkan apresiasi atas dukungan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa inisiatif no tax for knowledge mulai didorong sebagai upaya untuk memperkuat industri media.
Lebih lanjut, Retno menegaskan bahwa tujuan utama dari gagasan no tax for knowledge adalah agar perusahaan media bisa memperoleh insentif perpajakan. Poin krusialnya, relaksasi pajak ini tidak diberikan secara menyeluruh, melainkan hanya untuk perusahaan media yang telah tersertifikasi dan terverifikasi.
"Kami berharap lembaga jurnalistik yang baik, yang terverifikasi, dan yang konsisten memberikan edukasi serta informasi yang benar kepada publik, dapat diberikan keringanan pajak," jelas Retno.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi agar perusahaan media mampu bertahan secara berkelanjutan. Pada akhirnya, negara akan mendapat manfaat dengan adanya informasi dan edukasi yang berkualitas bagi seluruh masyarakat dan generasi mendatang.
Dengan adanya dukungan fiskal ini, diharapkan terjadi penguatan ekosistem media yang sehat dan bertanggung jawab di Indonesia.
Artikel Terkait
Perusahaan China Incar Peluang Besar di Balik Target PLTS 100 GW Indonesia, Soroti Kebutuhan Teknologi Penyimpanan Energi
Presiden Prabowo Resmikan RSUD Lampung Barat dan Buka Munas Hipmi 2026 di Lampung
Investor China dan Hong Kong Dilarang Ikut IPO SpaceX, Alihkan Buruan ke Saham Terkait
Ekonom: RI Tak Akan Ulangi Krisis 1998, Tantangan Kini Bergeser ke Daya Beli Kelas Menengah