Rizal Fadillah Bongkar Keganjilan Ijazah Jokowi: Saya Makin Yakin Ini Palsu!

- Minggu, 19 Oktober 2025 | 22:25 WIB
Rizal Fadillah Bongkar Keganjilan Ijazah Jokowi: Saya Makin Yakin Ini Palsu!

Polemik Ijazah Jokowi: Pemerhati Politik M Rizal Fadillah Yakin Dokumen Palsu

Klaim Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, bahwa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah alumni sah dalam Dies Natalis Fakultas Kehutanan dinilai belum menjawab keraguan publik. M Rizal Fadillah, seorang pemerhati politik dan kebangsaan, menyatakan kehadiran Jokowi dalam acara tersebut tidak serta-merta membuktikan keaslian ijazahnya.

Kehadiran di Kampus Bukan Bukti Kelulusan

Rizal menegaskan bahwa status alumni hanya membuktikan seseorang pernah kuliah, bukan jaminan telah menyelesaikan pendidikan dan menjadi sarjana. Ia menyayangkan langkah UGM yang dianggapnya justru memperkeruh polemik dugaan ijazah palsu mantan presiden dua periode tersebut.

Minta Bukti Konkret, Bukan Drama

Rizal mendesak UGM memberikan kesempatan kepada Jokowi untuk menunjukkan ijazah asli di muka umum. Ia juga meminta Rektor UGM membuka ruang verifikasi bagi lembaga manapun untuk menguji keaslian dokumen tersebut, bukan sekadar mengandalkan kehadiran dan sambutan dalam acara.

Kecurigaan Manipulasi dan Mafia Kampus

Pemerhati politik ini menyatakan kecurigaan bahwa yang terjadi adalah sandiwara untuk menutupi kepalsuan. Ia menuding adanya jaringan mafia yang telah masuk ke kampus ternama, bersifat masif, intensif, dan manipulatif.

Hasil Uji Forensik Digital Diklaim Tunjukkan Kepalsuan

Rizal mengklaim semua dokumen ijazah yang pernah beredar - dari Dekan Fakultas Kehutanan UGM, teman-teman Jokowi, wartawan, hingga KPUD Surakarta - menunjukkan hasil sama ketika diuji secara digital forensik, yaitu berkualifikasi palsu. Menurutnya, jika ijazah asli, kepolisian sudah lama mengumumkan hasil pemeriksaan forensik.

Desakan untuk Mengakhiri Polemik

Rizal menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa ijazah Jokowi memang palsu dan meminta semua pihak menghentikan upaya penipuan yang berlarut-larut ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar