Bahkan, kata dia, boleh dikatakan PBNU sekarang aneh. Ia sama sekali tidak tahu apa salah PKB sehingga diperlakukan begini oleh Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.
"Saya juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan PBNU di bawah pimpinan mereka berdua hingga NU terbelit banyak masalah lalu marwah dan citranya jatuh di mata publik," ungkap dia.
Mantan Ketua Umum Garda Bangsa itu berkata Yahya dan Saiful rajin kampanye peradaban dan perdamaian, tapi memantik perpecahan antar sesama warga NU.
"Katanya mau high politics tapi malah sibuk ngurusin politik praktis dan mau ngerusak PKB. Ini kan paradoks dan ironis. Saya tidak bisa membayangkan sedihnya para muassis (pendiri) NU melihat kenyataan NU saat ini," tandas Hanif
Sumber: tvOne
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir