ujarnya menganalisis.
Dengan kondisi seperti itu, Jamiluddin pesimis. Andai Kaesang cuma mengandalkan nama besar Jokowi untuk menguasai Jawa Tengah, target "kandang gajah" itu ibarat mimpi yang mustahil diwujudkan.
"Jadi, menjadikan Jawa Tengah kandang gajah, kiranya hanya mimpi di siang bolong,"
pungkasnya dengan nada tegas.
Sebelumnya, dalam Rapat Koordinasi Wilayah DPW PSI Jawa Tengah di Solo, Kaesang memang tampak penuh keyakinan. Dia mendorong soliditas kader dan penyempurnaan kepengurusan hingga tingkat paling bawah. Optimisme itu dia cetuskan untuk menaikkan perolehan kursi.
Saat ini PSI cuma punya 12 kursi di DPRD provinsi. Targetnya? Minimal 17 kursi pada 2029 nanti.
"Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,"
seru Kaesang di hadapan para kadernya, Kamis pekan lalu.
Pernyataan itu jelas sebuah gebrakan. Tapi, apakah ia cukup kuat mengubah peta politik di Jawa Tengah? Waktu yang akan menjawab. Untuk sekarang, banyak yang masih mengernyitkan dahi, meragukan kata-kata itu bisa jadi kenyataan.
Artikel Terkait
Klaim Pertemuan Damai-Jokowi Dipertanyakan, Roy Suryo Soroti Kecurigaan Pencairan
Eggi Sudjana Klaim Ijazah Jokowi Asli, Tapi Masih di Luar Ruang Sidang
Celios Soroti APBN 2025: Penerimaan Turun, Belanja Membengkak, Defisit Nyaris Tembus Batas
PDIP Keluarkan Surat Tegas: Kader Dilarang Keras Korupsi dan Menyalahgunakan Kekuasaan