Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek

- Rabu, 07 Januari 2026 | 15:50 WIB
Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek

“Banyak tokoh penting bilang ke saya beberapa bulan lalu, ‘Pak Bowo, nda mungkin swasembada Indonesia itu’. Sungguh ini ngomong ke saya, tidak mungkin swasembada,” tegasnya, menirukan suara para peragu itu.

Namun begitu, keraguan itu kini pupus. Di Karawang hari itu, ia secara resmi mengumumkan keberhasilan swasembada beras, diraih hanya dalam waktu satu tahun. Sebuah capaian yang, bagi banyak orang, memang terdengar seperti mimpi.

Tapi Prabowo tahu. Ia yakin, kritik dan nyinyiran tak serta merta berhenti. Justru akan berubah bentuk. "Sekarang setelah kita swasembada pangan, oh ya tapi paling swasembada pangannya paling setahun dua tahun," ujarnya, menyindir kemungkinan komentar selanjutnya.

Untuk menjawab semua itu, ia punya satu komitmen. Tak hanya beras, Indonesia akan membuktikan diri. Tahun demi tahun. "Kita buktikan tiap tahun kita buktikan swasembada swasembada swasembada," tekannya, dengan semangat yang terpancar jelas. "Tidak hanya swasembada beras, jagung, singkong, semuanya kita swasembada."

Panen raya itu pun ditutup dengan harapan. Sebuah harapan yang kini tak lagi terasa sebagai angan-angan, tapi sebuah janji yang sedang diupayakan. Di tengah sorak-sorai petani Karawang, Prabowo turun dari podium. Debu sawah masih beterbangan, membawa kabar bahwa satu target telah tercapai. Tantangan selanjutnya tinggal menunggu waktu.


Halaman:

Komentar