Suara evaluasi untuk Undang-Undang Cipta Kerja kini mengemuka lagi. Kali ini, sorotan diarahkan pada pemerintahan baru Presiden Prabowo Subianto. Intinya sederhana: UU yang digadang-gadang di era Jokowi itu dinilai gagal memenuhi janjinya.
Ekonom Dipo Satria Ramli yang menyuarakan hal itu. Lewat sebuah diskusi di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa lalu, ia tak ragu menyebut UU Cipta Kerja bermasalah. “Banyak sekali masalahnya,” ujarnya.
Menurut Dipo, setelah lima tahun berjalan, hasil yang dijanjikan tak kunjung nyata. Investasi yang diharapkan tak terlihat wujudnya. Industri nasional pun dinilainya tak jadi lebih kuat.
“Tidak ada tuh investasi, tidak ada tuh industri yang kita kuasai sampai hari ini,” tegasnya.
Ia memberi contoh konkret. Sektor baterai, misalnya, justru disebutnya kalah. Pada intinya, UU tersebut dianggap tidak menciptakan apa yang pernah dijanjikan lima tahun silam.
Lalu, untuk apa sebenarnya UU ini dibuat? Dipo punya kecurigaan sendiri. Ia menduga aturan itu lebih banyak menguntungkan kalangan pengusaha tertentu saja. “Pastinya banyak titipan,” katanya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir