Respons dari Berbagai Kalangan
Tanggapan dari dalam NU sendiri beragam. Banyak kiai sepuh dan tokoh senior menyerukan agar semua pihak bersabar. Konflik harus diselesaikan lewat musyawarah internal, tanpa mengambil langkah-langkah ekstrem yang berisiko memecah belah.
Mereka mengingatkan, NU punya sejarah panjang dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang elegan.
Namun begitu, alarm keras dari Forum Kiai NU Jawa tetaplah sebuah realitas yang tak bisa dipandang sebelah mata. Ancaman itu menunjukkan betapa lebarnya jarak antara pimpinan struktural di tingkat pusat dengan sebagian basis kulturalnya di akar rumput. Jika dibiarkan, krisis legitimasi ini bisa merusak lebih dari sekadar tatanan organisasi, tetapi juga kepercayaan jutaan warga NU.
Kini, bola ada di tangan kepemimpinan NU. Pilihan ada di depan mata: menyelesaikan sengketa lewat jalan musyawarah yang memperkuat ikatan, atau membiarkannya berlarut hingga memicu perpecahan terbuka. Jawabannya akan menentukan arah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini di masa yang akan datang.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia dengan Tokoh Oposisi, Bahas Kebocoran Triliunan
Kaesang Menangis di Rakernas PSI, Sumpahkan Peras Darah untuk Menangkan Pemilu 2029
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi