Respons dari Berbagai Kalangan
Tanggapan dari dalam NU sendiri beragam. Banyak kiai sepuh dan tokoh senior menyerukan agar semua pihak bersabar. Konflik harus diselesaikan lewat musyawarah internal, tanpa mengambil langkah-langkah ekstrem yang berisiko memecah belah.
Mereka mengingatkan, NU punya sejarah panjang dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang elegan.
Namun begitu, alarm keras dari Forum Kiai NU Jawa tetaplah sebuah realitas yang tak bisa dipandang sebelah mata. Ancaman itu menunjukkan betapa lebarnya jarak antara pimpinan struktural di tingkat pusat dengan sebagian basis kulturalnya di akar rumput. Jika dibiarkan, krisis legitimasi ini bisa merusak lebih dari sekadar tatanan organisasi, tetapi juga kepercayaan jutaan warga NU.
Kini, bola ada di tangan kepemimpinan NU. Pilihan ada di depan mata: menyelesaikan sengketa lewat jalan musyawarah yang memperkuat ikatan, atau membiarkannya berlarut hingga memicu perpecahan terbuka. Jawabannya akan menentukan arah organisasi Islam terbesar di Indonesia ini di masa yang akan datang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir