Di sisi lain, aktivis senior ini menegaskan satu hal. Apa yang dilakukan Sjafrie sejatinya masih dalam koridor tugasnya sebagai menteri pertahanan.
Jadi, lanjut Anton, semua yang dijalankan Sjafrie sebenarnya sudah tercakup dalam tupoksinya. Ia ambil contoh kasus Bangka-Belitung dan IMIP yang sempat viral. Menurutnya, Sjafrie tetap berbicara pada hal-hal normatif tentang kedaulatan yang memang menjadi kewajiban utamanya.
“Nah, kalau ada yang beranggapan beliau sudah banyak seperti Luhut, bisa kita lihat satu-satu,” pungkasnya. Intinya, peran Sjafrie mungkin terlihat luas, tapi dasarnya tetap pada mandat pertahanan yang diembannya.
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia dengan Tokoh Oposisi, Bahas Kebocoran Triliunan
Kaesang Menangis di Rakernas PSI, Sumpahkan Peras Darah untuk Menangkan Pemilu 2029
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi