Di sisi lain, aktivis senior ini menegaskan satu hal. Apa yang dilakukan Sjafrie sejatinya masih dalam koridor tugasnya sebagai menteri pertahanan.
Jadi, lanjut Anton, semua yang dijalankan Sjafrie sebenarnya sudah tercakup dalam tupoksinya. Ia ambil contoh kasus Bangka-Belitung dan IMIP yang sempat viral. Menurutnya, Sjafrie tetap berbicara pada hal-hal normatif tentang kedaulatan yang memang menjadi kewajiban utamanya.
“Nah, kalau ada yang beranggapan beliau sudah banyak seperti Luhut, bisa kita lihat satu-satu,” pungkasnya. Intinya, peran Sjafrie mungkin terlihat luas, tapi dasarnya tetap pada mandat pertahanan yang diembannya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir