Di sisi lain, Guntur juga menyoroti perpindahan Ahmad Ali dari Partai NasDem ke PSI. Lompatan ini, dalam pandangannya, semakin mempertegas pola oportunisme. Setelah kalah di Pemilu 2024 dan pengaruhnya di NasDem memudar, Ali langsung mendapat posisi strategis di PSI.
“Publik pun tertawa kecil karena ini bukan lompatan ideologis. Ini lompatan oportunis,” selorohnya.
Ia lalu menambahkan, pernyataan Ahmad Ali yang kerap membela Jokowi justru memancing senyum miris. Bagi Guntur, kalimat-kalimat itu menunjukkan betapa Ali siap memutar balikkan logika dan "merangkak" ke mana pun demi menyelamatkan citranya sendiri.
Pada akhirnya, Guntur menyimpulkan bahwa semua sikap dan sindiran Ahmad Ali itu bukanlah bentuk keberanian. Sebaliknya, itu semua adalah ekspresi ketakutan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir