Terungkap alasan mengkhawatirkan mengapa kakak adik ini tidak meminta bantuan. Putri mengaku bahwa ibunya melarang mereka untuk merepotkan tetangga. Mereka mematuhi pesan terakhir sang ibu untuk tidak meminta bantuan siapapun, bahkan setelah ibunya meninggal dunia pada 13 Oktober 2025.
"Enggak bilang ke tetangga, ibu enggak ngebolehin. Dan harus nurut ibu. Karena ya enggak mau ngerepotin tetangga," tutur Putri.
Profil Keluarga dan Kondisi Kesehatan
Menurut pengakuan, ayah mereka telah meninggal pada tahun 2017 di Kalimantan. Keluarga ini kemudian pindah ke Boja, Kendal pada 2019. Ironisnya, warga mengira keluarga ini termasuk mampu karena terlihat membeli bahan makanan dalam jumlah besar sebulan sekali.
Dokter Arfa Bima F. dari RS Muhammadiyah Boja menyatakan kedua pasien mengalami dehidrasi dan lemas parah. Meski kadar gula darah mereka normal, kondisi fisik mereka sangat memprihatinkan akibat hanya mengonsumsi air rebusan selama sebulan terakhir.
Masa Depan dan Bantuan dari Pemerintah
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, telah memerintahkan Dinas Sosial setempat untuk memberikan bantuan. Rencananya, setelah sembuh, Putri dan Intan akan dititipkan di Panti Margi Utomo untuk mendapatkan pelatihan keterampilan. Mereka juga akan dibekali peralatan kerja agar dapat hidup mandiri.
Peristiwa kakak adik di Kendal yang tak makan sebulan ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi dan kepedulian sosial dalam masyarakat.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor