Kulon Progo Geger: Bocah SMP Nekat Kabur Sekolah 1 Bulan Gegara Jeratan Judol & Pinjol Rp 4 Juta!

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 13:45 WIB
Kulon Progo Geger: Bocah SMP Nekat Kabur Sekolah 1 Bulan Gegara Jeratan Judol & Pinjol Rp 4 Juta!

Siswa SMP di Kulon Progo Terjerat Judi Online dan Pinjol, Tak Berani Sekolah 1 Bulan

Seorang siswa SMP di Kulon Progo, Yogyakarta, mengalami masalah serius akibat terjerat judi online dan pinjaman online. Kasus ini bermula dari kebiasaan bermain game online yang berlanjut menjadi judi online.

Siswa kelas VIII tersebut terpaksa melakukan pinjaman online dan meminjam uang ke teman-temannya. Total utang yang menumpuk mencapai sekitar Rp4 juta. Akibat tekanan utang, siswa ini tidak berani masuk sekolah selama satu bulan.

Penanganan Lintas Instansi untuk Siswa Korban Judol dan Pinjol

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) segera mengambil tindakan. Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Nur Hadiyanto, menyatakan pihaknya sedang melakukan pendampingan psikologis klinis bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

"Kami khawatir anak ini bisa putus sekolah. Kami sudah berkomunikasi dengan sekolah dan guru BK untuk mencari solusi terbaik," ujar Nur Hadiyanto.

Upaya Pencegahan dan Perlindungan Anak dari Judi Online

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinsos PPPA Kulon Progo, Siti Sholikhah, mengungkapkan kesiapan dua psikolog klinis untuk mendampingi anak dan keluarga. Dinas Sosial juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kominfo untuk membatasi akses situs judi online yang mudah diakses anak-anak.

"Pengawasan keluarga menjadi kunci utama pencegahan. Kami akan memperkuat edukasi kepada orang tua dan sekolah tentang bahaya judi online dan pinjol ilegal," tegas Siti Sholikhah.

Solusi Pendidikan untuk Siswa Korban Judol

Disdikpora Kulon Progo menyiapkan beberapa opsi agar siswa tetap mendapatkan pendidikan. Opsi yang ditawarkan termasuk pemindahan ke sekolah lain atau melanjutkan pendidikan melalui kejar paket B jika siswa merasa tidak nyaman di sekolah saat ini.

Nur Hadiyanto mengingatkan bahwa kasus ini bisa menjadi fenomena gunung es. Pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan tidak ada kasus serupa di wilayah Kulon Progo.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar