Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak membayar hutang kereta cepat Whoosh yang selama ini dibebankan ke APBN. Keputusan ini didasari keyakinan bahwa PT Danantara, induk perusahaan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), telah memiliki manajemen dan sumber pendapatan dividen yang mandiri.
Pernyataan tegas Menkeu Purbaya ini disampaikan dalam kutipan media, Kamis (16/10/2025). Menurutnya, PT Danantara telah memiliki kemampuan finansial yang kuat dengan dividen tahunan mencapai Rp 80 triliun, yang seharusnya cukup untuk menangani kewajiban utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tanpa melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
"Kalau ini kan KCIC di bawah Danantara, mereka sudah punya manajemen sendiri, punya dividen sendiri," tegas Purbaya seperti dikutip dari Kompas.com. Ia menegaskan pentingnya pemisahan yang jelas antara tanggung jawab pemerintah dan swasta dalam pengelolaan proyek strategis ini.
Respons istana terhadap wacana Menkeu Purbaya tolak bayar hutang Whoosh disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pemerintah mengakui sedang mencari skema penyelesaian yang tepat untuk beban keuangan KCIC tanpa mengganggu operasional layanan.
Artikel Terkait
Purbaya Beri Sinyal PHK Massal, 16 Ribu Pekerja Bea Cukai Terancam Dirumahkan
Sumut Berduka: 17 Tewas dan Ribuan Mengungsi Akibat Longsor-Banjir Bandang
Ibu Arum dan Pengakuan Getir: Dibohongi Suami yang Ternyata Pembunuh Anaknya
Ibu Hamil di Papua Tewas Usai Ditampung Empat Rumah Sakit