Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, punya cara sendiri dalam menyalurkan bantuan. Saat banjir melanda Sumatra, ia terbang langsung ke lokasi bencana. Tak tanggung-tanggung, dana yang digelontorkan mencapai Rp 7 miliar.
Yang menarik, uang sebesar itu sengaja tidak dibelanjakan di Jawa Barat. Menurutnya, membeli barang langsung di lokasi bencana punya dua keuntungan. Distribusi jadi lebih cepat, sekaligus menggerakkan roda ekonomi warga setempat yang juga sedang terdampak.
"Kami belanjanya di sana langsung, kami bawa uang saja ke sana," ujarnya di Gedung Sate, Bandung, beberapa waktu lalu.
Dan benar saja. Begitu tiba di Sumatra, gubernur yang akrab disapa KDM itu langsung turun ke lapangan. Ia membeli sendiri berbagai kebutuhan mendesak untuk para pengungsi. Salah satu momen terekam jelas dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @padang_tv awal Desember lalu.
Dedi Mulyadi memborong tikar langsung dari pedagang di Padang.
Dalam video itu, ia terlihat mendatangi sebuah toko, didampingi beberapa staf. Tanpa sungkan, ia yang berstatus gubernur itu menanyakan harga dan memilih barang sendiri. Fokusnya saat itu adalah tikar.
"Ini satu ini berapa?" tanya Dedi kepada pedagang.
Permintaannya ternyata di luar dugaan. Ia memesan langsung 200 tikar. Pedagang bernama Jon itu pun sempat kaget. Tapi ia langsung mengiyakan.
"Kalau sekarang gak ada, besok," jawab Jon.
Dedi lalu menambahkan permintaan. "Boleh gak untuk pengiriman Sabtu, kirim ke Medan sama ke Aceh?"
Permintaan itu lagi-lagi diiyakan. Jon mengaku senang bukan main. Bagaimana tidak, barang dagangannya ludes diborong. Rupanya, Jon sendiri adalah korban banjir di Sumatra. Jadi, transaksi ini terasa lebih bermakna.
Aksi Dedi ini ramai jadi perbincangan warganet. Banyak yang memuji langkahnya.
"Noh rejeki hasil ngonten selama ini bukan hanya untuk rakyat Jawa Barat saja, buat rakyat Indonesia yang membutuhkan. Itulah komitmen belia," tulis seorang netizen.
Ada juga yang menyoroti keputusan cerdasnya berbelanja di Padang. "MasyaAllah KDM belanja di Padang bener2 gak kepikiran... ternyata utk membangkitkan ekonomi Padang. Bener2 cerdas pakai hati," komentar yang lain.
Bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi Sumatra Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memang parah. Data terakhir dari BNPB per 4 Desember 2025, korban jiwa sudah mencapai 836 orang. Pencarian korban hilang masih terus dilakukan, tanpa batas waktu yang pasti.
Di tengah situasi seperti ini, aksi Dedi Mulyadi mungkin cuma setetes air di lautan kebutuhan. Tapi caranya yang langsung, tanpa perantara, dan memutar ekonomi lokal, memberikan warna tersendiri pada bantuan bencana.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor