Ibunda Alvaro Kembali ke Tanah Air, Ungkap Luka Mendalam Kehilangan Putra di Tangan Ayah Tirinya
Arum Indah akhirnya tiba di Indonesia. Perempuan yang delapan bulan terakhir hidup dalam pencarian ini adalah seorang TKI di Malaysia. Kini dia harus menghadapi kenyataan pahit: anaknya, Alvaro Kiano Nugroho, ditemukan tak bernyawa.
Begitu turun dari pesawat, Arum langsung menuju rumah duka di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Wajahnya memancarkan kepedihan yang dalam. "Pasti kan kayak orang kesambar petir," ujarnya, suara bergetar. "Campur aduk, berantakan semua. Ini beneran? Kayak masih enggak nyangka. Sudah hancur."
Rasa hancurnya bertambah ketika mengetahui pelaku pembunuhan anaknya adalah Alex Iskandar, suaminya sendiri. Padahal, sebelumnya Alex justru aktif membantu pencarian Alvaro yang hilang sejak 6 Maret 2025.
Menurut pengakuan Arum, Alex bahkan mengantarnya ke berbagai tempat untuk mencari jejak anaknya. Dia sampai berjanji akan rujuk dengan Alex jika berhasil menemukan Alvaro.
"Kemarin kan juga pas balik ke sini, berusaha bilang kan, 'lu cari Alvaro nih sampai ketemu, kita pasti balikan.'"
Dia menghela napas panjang. "Ternyata kan Alvaro sama dia ya, digituin."
Pengakuan itu membuat Arum merasa seperti diejek. Bagaimana tidak, orang yang selama ini membantunya mencari ternyata justru tahu persis di mana jasad anaknya berada.
"Saya cari Alvaro sampai ke mana pun itu sama dia," katanya dengan nada kesal bercampur sedih. "Berarti kan dia kayak ngeledek ya kan, dia tahu, tapi dia ya sudah, enggak ngerti lagi deh sama dia."
Kemarahannya memuncak ketika mengetahui Alex mengakhiri hidupnya di hari yang sama ketika jasad Alvaro ditemukan. Arum tak bisa menerima keputusan suaminya itu.
"Sebenarnya kayak syok aja, enggak terima ya," ujarnya. "Kenapa dia harus mengakhiri hidup setelah dia kayak gini? Karena enggak nyangka loh, dia bantu kami banget."
Di sisi lain, kedatangan Arum ke Indonesia juga disambut Muhammad Reza, saksi kunci yang pertama kali melaporkan Alvaro sebagai korban pembunuhan. Pertemuan singkat itu diwarnai ucapan terima kasih dari Arum.
"Pak Reza ini awalnya. Terima kasih ya, Pak, Bu," kata Arum singkat.
Menurut informasi yang beredar, hubungan rumah tangga Arum dan Alex memang tak mulus. Mereka kerap berselisih paham. Pertengkaran-pertengkaran itulah yang diduga memicu dendam Alex hingga nekat membunuh putra tirinya.
Ironisnya, hubungan Alex dengan Alvaro justru dikenal cukup baik. Menurut Tugimin, kakek korban, Alex sering mengajak cucunya jalan-jalan atau sekadar membeli makanan.
Kini Arum bertekad lebih memperhatikan anak sulungnya yang perempuan. Dia juga berencana mengambil jeda dari pekerjaannya di luar negeri yang selama ini membuatnya jauh dari anak-anak.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor