Survei Kepuasan Publik: 77.7% Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo Setahun Memimpin
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto genap berjalan satu tahun pada Oktober 2025. Di tengah tantangan ekonomi global, sebuah survei nasional terbaru mengukur penilaian publik terhadap kinerjanya.
Survei yang digelar oleh Lembaga Indikator Politik Indonesia pada 20-27 Oktober 2025, dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh Indonesia, menunjukkan hasil yang positif. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai angka yang tinggi, yaitu 77.7 persen.
Program Makan Bergizi Gratis dan Efisiensi Anggaran Disorot
Kepuasan publik ini ditopang oleh sejumlah program prioritas pemerintah. Sorotan utama tertuju pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Survei mengungkap bahwa 94% masyarakat mengetahui program ini, yang dimulai pada Januari 2025. Meski baru 34.4% yang keluarganya menerima, mayoritas responden (55.7%) menyatakan puas. Sebanyak 61% masyarakat ingin program ini dilanjutkan karena dinilai meringankan beban orang tua dan memastikan gizi anak. Namun, isu keracunan menjadi catatan perbaikan bagi 33.4% responden yang ingin program dihentikan.
Program lain yang mendapat apresiasi adalah kebijakan efisiensi anggaran. Meski tingkat kesadarannya 31.7%, dari mereka yang tahu, 73.8% menyetujuinya. Sebanyak 56.7% warga menilai langkah ini tepat untuk memangkas pemborosan, dan 61.7% percaya dana yang dihemat dialihkan untuk kepentingan masyarakat langsung.
Bansos Jadi Pilar Utama Kepuasan Publik
Dukungan publik juga sangat kuat untuk program bantuan sosial (bansos). Bansos pangan (20 kg beras dan 4 liter minyak) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 300.000 masing-masing diketahui oleh 50.5% dan 62.9% masyarakat. Dukungan untuk kedua program ini sangat tinggi, mencapai 86.8% untuk bansos pangan dan 86.9% untuk BLT.
Efeknya terlihat signifikan. Di antara penerima bansos tahun 2025 (33.4%), tingkat kepuasan terhadap Presiden lebih tinggi (80.5%) dibandingkan yang tidak menerima (76.2%). Data ini mengukuhkan bansos sebagai pilar penopang kepuasan publik yang nyata.
Kondisi Nasional Dinilai Membaik, Tantangan Tetap Ada
Secara umum, persepsi publik terhadap kondisi nasional menunjukkan tren positif. Untuk kondisi ekonomi, 31.1% menilai baik/sangat baik dan 42.4% menilai sedang, mengalahkan penilaian buruk (26.2%).
Bidang keamanan menjadi yang terbaik dengan 56.5% penilaian baik/sangat baik. Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi juga lebih banyak dinilai positif (masing-masing 40.8% dan 42.7%) daripada negatif.
Namun, publik masih menaruh perhatian pada sejumlah masalah mendesak. Pemberantasan korupsi (25.5%) masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh pengendalian harga kebutuhan pokok (22.3%), penyediaan lapangan kerja (15.6%), dan pengurangan kemiskinan (13.4%).
Dukungan Politik dan Proyeksi ke Depan
Dukungan terhadap Prabowo juga tercermin dalam simulasi elektabilitas. Dalam simulasi tiga nama, elektabilitas Prabowo (68.4%) jauh melampaui Anies Baswedan (14.3%) dan Gibran Rakabuming Raka (9.8%). Partai Gerindra, yang dipimpinnya, juga unggul dalam simulasi pemilu legislatif (29.4%).
Setahun pemerintahan Prabowo diwarnai program-program yang berusaha langsung menyentuh kebutuhan dasar rakyat. Kepuasan publik yang terukur adalah modal politik yang berharga. Namun, daftar masalah mendesak yang disampaikan rakyat adalah pengingat bahwa perjalanan masih panjang. Tantangan ke depan adalah memastikan program-program tidak hanya populer, tetapi juga efektif, berkelanjutan, dan bebas dari masalah implementasi.
Artikel Terkait
Manchester City Kalahkan Liverpool 2-1 Berkat Gol Telat Haaland
Bayern Munich Hajar Hoffenheim 5-1, Luis Díaz Cetak Hattrick
Moodys Tegaskan Peringkat Baa2 Indonesia, Pemerhatan Soroti Ketahanan Ekonomi
Anggota DPR Soroti Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Perlu Kajian Teknis dan Perhatikan Beban APBN