"Setelah menerima informasi tersebut, pada saat itu juga Polres Pangandaran langsung menurunkan personel Piket Samapta, didampingi oleh Sat Reskrim, Intelkam, Polsek Pangandaran, BKSDA," jelas Yusdiana seperti dikutip TribunJabar.id.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses penanganan kasus ini sudah diunggah di situs resmi Polres Pangandaran sebagai bentuk transparansi.
Cerita Susi ini langsung ramai dapat respons warganet. Banyak yang prihatin, tapi tak sedikit yang menyoroti fenomena "harus viral dulu" baru ditanggapi. "Memang apa-apa harus viral dulu," tulis seorang netizen. Yang lain ada yang kasih saran: "Lapor damkar aja bu, lebih gercep, atasannya juga responsif."
Begitulah. Dari Pangandaran, cerita duka rusa-rusa Susi berubah jadi sorotan publik, sekaligus cermin betapa komunikasi antara warga dan institusi masih seringkali tersendat.
Artikel Terkait
Janji P3K Berujung Pengkhianatan: Suami Nikahi Rekan Kerja Saat Istri Rawat Ibu Sakit
Tragedi di Minneapolis: Seorang Ibu Tewas Ditembak ICE, Video Bantah Klaim Pembelaan Diri
Gagal Tes Pramugari, Wanita Ini Nekat Terbang Pakai Seragam Palsu
Kritik Pedagang Telur Picu Gubernur Jabar Wajibkan Transparansi Anggaran di Medsos