"Setelah menerima informasi tersebut, pada saat itu juga Polres Pangandaran langsung menurunkan personel Piket Samapta, didampingi oleh Sat Reskrim, Intelkam, Polsek Pangandaran, BKSDA," jelas Yusdiana seperti dikutip TribunJabar.id.
Ia menambahkan bahwa seluruh proses penanganan kasus ini sudah diunggah di situs resmi Polres Pangandaran sebagai bentuk transparansi.
Cerita Susi ini langsung ramai dapat respons warganet. Banyak yang prihatin, tapi tak sedikit yang menyoroti fenomena "harus viral dulu" baru ditanggapi. "Memang apa-apa harus viral dulu," tulis seorang netizen. Yang lain ada yang kasih saran: "Lapor damkar aja bu, lebih gercep, atasannya juga responsif."
Begitulah. Dari Pangandaran, cerita duka rusa-rusa Susi berubah jadi sorotan publik, sekaligus cermin betapa komunikasi antara warga dan institusi masih seringkali tersendat.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor