Untuk urasan suku cadang ini, mereka menempatkan part depo di titik-titik strategis. Intinya, semua strategi ini dirancang untuk menghemat dua hal: biaya dan waktu. Seperti kata Aji, banyak faktor yang harus dikemas rapi agar efisiensi itu benar-benar terwujud.
Di sisi lain, para pelaku usaha sendiri merasakan manfaatnya. Layanan bengkel 24 jam, misalnya, benar-benar membantu menjaga kelancaran bisnis.
Melky Tako, CEO PT Tako Anugerah Koperasi, mengaku sangat terbantu. Menurutnya, kendaraan itu mesin yang butuh istirahat dan perawatan. Tantangannya adalah meminimalkan waktu down time.
"Kami senang ada layanan bengkel siaga 24 jam. Karena bagaimana pun, kendaraan ini bekerja dan harus ada waktunya untuk diservis. Nah, waktu-waktu down time itulah yang akan kami hindari," jelas Melky.
"Misalnya hari Minggu atau hari besar, saat kegiatan mulai melambat, kami mengatur mobil mana yang harus menjalani perbaikan. Supaya pada saat operasional maksimal, semua unit sudah siap," tambahnya.
Jadi, intinya sederhana: menjaga agar armada tetap jalan, dan bisnis tetap bergulir. Itulah yang coba dijawab oleh rangkaian layanan tadi.
Artikel Terkait
Penjualan Mobil Nasional Anjlok 25% pada Maret 2026, Libur Panjang Jadi Penyebab
DFSK Pamerkan Super Cab dengan Crane dan Gelora E Listrik di Giicomvec 2024
Jeep Indonesia Luncurkan Wrangler dan Gladiator Facelift 2026 di Hari 4x4
Australia Catat Sejarah: Impor Mobil dari China Kalahkan Jepang untuk Pertama Kali