Di antara kendaraan yang terkena dampak yang dijual di luar negeri adalah Xenia di Indonesia dan Axia di Malaysia, yang dijual dengan merek Perodua.
Ke-64 model tersebut juga termasuk yang dipasok ke Toyota, Mazda Motor Corp. dan Subaru Corp. untuk dijual dengan merek mereka, serta model yang produksinya telah berakhir.
Daihatsu juga mengatakan beberapa model mungkin tidak memenuhi standar keselamatan karena pintunya sulit dibuka dari luar jika terjadi kecelakaan.
Belum ada laporan kecelakaan akibat penyimpangan uji keselamatan, tambahnya.
Minta Maaf
Presiden Daihatsu Soichiro Okudaira meminta maaf atas skandal tersebut pada konferensi pers di Tokyo.
"Kami mengkhianati kepercayaan pelanggan kami. Semua kesalahan ada pada manajemen," ungkap Soichiro Okudaira dilansir Kyodo News.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kalimantansatu.com
Artikel Terkait
Mitsubishi Targetkan Pangsa Pasar Dua Digit di Indonesia pada 2026
Geely Borong 1.776 Pemesanan di IIMS 2026, EX2 Jadi Primadona
Mitsubishi Perbarui Xpander dengan Fitur dan Desain Baru untuk Pertahankan Pasar MPV
Koleksi Mobil Pribadi Gubernur Kaltim Ternyata Sederhana, Tak Ada yang Rp200 Juta