Baca Juga: Terkini! Hasil Pertandingan Jepang vs Indonesia, Samurai Biru Tebas Garuda dengan Skor 3-1
Sebagai catatan, Hyundai juga telah memanfaatkan teknologi robotik dengan mempekerjakan anjing robot dari Boston Dynamics untuk kontrol kualitas di pabrik mereka.
Dalam dunia otomotif, ancaman terhadap pekerjaan manusia semakin nyata dengan otomatisasi yang sudah lama berlangsung dan munculnya mobil listrik.
Mobil listrik, dengan proses produksi yang lebih sederhana dan memerlukan lebih sedikit tenaga kerja dibandingkan mobil bertenaga pembakaran, telah menjadi faktor tambahan dalam mengancam pekerjaan manusia.
Kemunculan robot humanoid yang cerdas, terampil, dan terjangkau dapat menjadi pukulan lebih lanjut bagi tenaga kerja otomotif.
Baca Juga: Sikap Tegas Indonesia Mendukung Palestina dalam Rapat Dewan Keamanan PBB, Menlu Retno: Dewan Keamanan telah Gagal Bertindak!
Figure, dengan klaim bahwa ada 10 juta pekerjaan yang tidak terisi di AS, melihat robot sebagai solusi untuk mengisi peran yang mungkin tidak diinginkan oleh manusia.
Meskipun pengambilalihan robot atas proses manufaktur yang kompleks tidak akan terjadi secara seketika, langkah-langkah inovatif seperti robot Figure belajar membuat kopi menunjukkan potensi besar.
Meskipun robot ini baru belajar menggunakan Keurig, mesin kopi yang sangat sederhana, kemampuannya untuk belajar hanya dengan mengamati orang membuat kopi selama 10 jam menjadi pencapaian yang mengesankan dan menarik perhatian.
Hal ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana teknologi robotika dapat menciptakan perubahan besar dalam industri manufaktur dan pekerjaan otomotif.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: harianhaluan.com
Artikel Terkait
Pasar Otomotif Indonesia 2026: Gelombang Baru Merek Premium dan Listrik Siap Serbu
Geliat Otomotif 2026: Gelombang Mobil Listrik dan Hybrid Siap Serbu Pasar Indonesia
Geely Pacu Ambisi, Targetkan Jual 3,45 Juta Unit di 2026 Usai Cetak Rekor
Nekat Terobos Palang, Taksi Listrik Terseret Kereta di Kemayoran