Dedi Mulyadi Tanggapi Sindiran Pandji: Saya Gubernur Konten atau Gubernur Kenyataan?

- Minggu, 04 Januari 2026 | 12:50 WIB
Dedi Mulyadi Tanggapi Sindiran Pandji: Saya Gubernur Konten atau Gubernur Kenyataan?

Nama Pandji Pragiwaksono belakangan ini ramai lagi diperbincangkan. Bukan tanpa sebab. Potongan video dari pertunjukan stand-up comedy spesialnya, 'Mens Rea', menyebar luas di media sosial. Isinya? Kritik dan lelucon politik yang dianggap banyak orang cukup 'nyentil'.

Di antara berbagai bahasannya, satu hal yang menarik perhatian adalah komentarnya soal pola pilih masyarakat. Menurut Pandji, ada kecenderungan untuk memilih pemimpin hanya karena faktor pencitraan dan popularitas semata. Ia bahkan menyebut contoh yang cukup spesifik.

"Ada lagi yang milih berdasarkan yang populer. Gue gak tau nih orang bisa kerja atau enggak. Gue gak tau ahlaknya nih orang, pokoknya populer aja," ujar Pandji di atas panggung.

Lalu, ia menyoroti Jawa Barat. "Nah ini di antara masyarakat Indonesia, gue sadari masalah terbesar nih untuk permasalahan ini tuh adanya di Jawa Barat. Orang Sunda," tambahnya.

Pandji lalu menyebut beberapa nama. "Orang Sunda seneng banget milih artis. Gubernur mereka waktu itu Deddy Mizwar, artis film. Wakil gubernur mereka, Dede Yusuf, artis TV," ungkapnya.

Tak lupa, ia juga menyentuh sosok yang sedang menjabat sekarang. "Sekarang gubernurnya, Dedi Mulyadi, artis Youtube!" tegasnya disambut tawa penonton. Ia pun menutup dengan kalimat santai, "Banyak yang gak suka, banyak yang gak suka. Santai aja A!"

Gelak tawa pun pecah.

Tanggapan Sang Gubernur

Lantas, bagaimana tanggapan orang yang disebut-sebut sebagai 'artis Youtube' itu? Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, justru menyambut kritik Pandji dengan sikap yang terbuka. Bagi dia, pandangan seperti itu justru patut diapresiasi sebagai bagian dari kritik yang sehat dalam demokrasi.

Dedi bahkan mengaku mengagumi konsistensi sang komika. “Setiap pernyataannya menggelitik, korektif, dan edukatif,” kata Dedi dalam sebuah video di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Minggu (4/1/2026).

Soal anggapan bahwa warga Jabar gemar memilih artis, Dedi punya pandangan lain. Menurutnya, tidak semua figur dari dunia hiburan bisa disamaratakan. Ia mengajukan contoh dari dua nama yang disebut Pandji: Deddy Mizwar dan Dede Yusuf.

Dedi bercerita, Deddy Mizwar pernah menjadi pasangannya di Pilkada dulu. Namun, saat maju sebagai gubernur, Deddy Mizwar tak terpilih. Nasib serupa dialami Dede Yusuf. Meski begitu, Dedi menilai Dede Yusuf punya kapasitas yang mumpuni, terbukti dengan perannya sekarang di DPR.

“Banyak juga yang dari kalangan artis punya kemampuan,” ujarnya.

Lalu, bagaimana dengan dirinya yang sering dijuluki 'Gubernur Konten'? Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penilaian harusnya dilihat dari hasil di lapangan, bukan sekadar aktivitas di media sosial. Ia bahkan mengajak Pandji untuk melihat langsung kondisi jalan provinsi dan pembangunan di berbagai daerah di Jawa Barat.

“Apakah saya hanya gubernur konten atau gubernur kenyataan, itu bisa dilihat dari hasilnya di lapangan,” tegas Dedi.

Pada akhirnya, ia menegaskan prinsipnya. Kritik, termasuk yang disampaikan dengan jenaka, adalah bagian penting dari demokrasi. “Ini negara demokrasi. Setiap orang berhak menyampaikan pikiran dan gagasan, termasuk koreksi secara terbuka,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar