IHSG Dibuka Menguat, Tapi Profit Taking Langsung Menghantui
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka dengan catatan hijau. Namun, euforia itu tak berlangsung lama. Hanya dalam hitungan menit, aksi ambil untung atau profit taking langsung membebani pergerakan indeks. Padahal, baru-baru ini IHSG sempat menyentuh level All Time High (ATH) yang fantastis di angka 8.574.
Data dari bursa menunjukkan, pergerakan indeks cukup fluktuatif di rentang awal. Level tertinggi tercatat di 8.570,85, sementara posisi terendahnya menyentuh 8.521,25. Nilai transaksi terpantau cukup aktif, mencapai Rp1,47 triliun dengan volume perdagangan 2,17 miliar saham. Frekuensi transaksinya pun tidak main-main, lebih dari 151 ribu kali.
Kalau dilihat lebih detail, suasana di papan utama saham terasa beragam sekali. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, 221 di antaranya menguat. Tapi, yang melemah sedikit lebih banyak, yaitu 226 saham. Sementara itu, ada 509 saham lainnya yang harganya stagnan alias diam di tempat.
Di sisi lain, indeks sektor juga mayoritas bernada negatif. Meski IDX Technology masih bisa menguat 0,81 persen dan IDX Health naik 0,83 persen, sektor properti justru terpuruk. IDX Property anjlok 1,27 persen, diikuti IDX Infrastructure yang melemah 0,21 persen.
Indeks-indeks utama lainnya pun tak luput dari tekanan jual. LQ45, misalnya, melemah 0,43 persen ke level 859,63. Begitu juga dengan IDX30 yang terkoreksi 0,31 persen ke posisi 445,65.
Tapi, di tengah tekanan jual itu, ada beberapa saham yang justru bersinar. Di jajaran penggerak LQ45, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) melonjak 4,71 persen ke Rp400. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga naik 4,59 persen ke Rp228, disusul PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat 1,93 persen ke Rp1.320.
Sayangnya, tidak semua saham besar beruntung hari ini. Beberapa emiten ternama justru masuk dalam daftar top losers LQ45. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) tergelincir 2,46 persen ke Rp6.925. Lalu, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 2,35 persen ke Rp7.275, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melemah 2,25 persen ke Rp2.610.
Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Rupiah Tembus Rp17.857 per Dolar AS, Sentuh Titik Terendah Sepanjang Sejarah
Harga Tembaga Anjlok ke Level Terendah Sepekan Akibat Serangan AS-Iran dan Dolar Menguat
BNBR Tetapkan Harga Rights Issue Rp53 per Saham, Berpotensi Dilusi 34,15 Persen
Serangan AS ke Iran Picu Kekhawatiran Baru, Harga Minyak Melonjak dan Bursa Asia Tertekan