Sabtu pagi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, berubah mencekam bagi seorang ibu bernama DP (36). Bersama anak lelakinya yang baru berusia tiga tahun, JO, dan asisten rumah tangganya, YDA, ia hendak berangkat ke gereja. Saat mereka akan masuk ke mobil, tiba-tiba seorang pria muncul dan langsung merebut anak itu dengan paksa.
Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, mengungkapkan kronologi kejadiannya. “Pada saat korban bersama anak dan saksi hendak masuk ke mobil, langsung datang satu orang pria laki-laki langsung mengambil paksa anak korban tersebut,” jelas Seto, Senin (5/1/2026).
Kekacauan pun terjadi. Pelaku, yang belakangan diketahui berinisial JE (38), langsung kabur membawa anak itu melalui tangga darurat. DP dan YDA berusaha mengejar, tapi sia-sia. Rupanya, JE punya bantuan. Seorang rekan berinisial JP sudah menunggu dengan mobil.
Namun begitu, rencana mereka tak sepenuhnya mulus. JP, yang disebut-sebut sebagai rekan pelaku, justru berhasil diamankan oleh petugas keamanan apartemen tak lama setelah kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta yang cukup mencengangkan. Ternyata, JE bukan orang asing bagi korban. Dia adalah ayah kandung JO sendiri. JP mengaku pada polisi bahwa ia menyewa apartemen sejak 1 Januari 2025 atas ajakan JE.
Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku, tim polisi bergerak cepat. JE akhirnya berhasil ditangkap di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat, berbekal pemeriksaan rekaman CCTV.
Lalu, apa motif di balik aksi nekat ini? Menurut Seto, penyebabnya adalah kerinduan. JE merasa putus asa karena sudah tiga bulan terakhir tak bisa menghubungi mantan istrinya, yang memegang hak asuh anak. Akses untuk bertemu anaknya pun tertutup sama sekali.
“Tim Opsnal melakukan interogasi terhadap pelaku dan pelaku tersebut (mengaku) mengambil paksa anak tersebut karena mantan istri tidak bisa dihubungi sejak tiga bulan lalu. Sampai saat ini pelaku tidak bisa atau tidak ada akses untuk bertemu dengan anaknya,” ungkap Kapolsek.
Kini, JE dan JP telah diamankan di Polsek Kelapa Gading. Tapi ceritanya belum selesai. Polisi masih memburu seorang tersangka lain, yaitu DB, yang diduga ikut terlibat dalam perencanaan penculikan ini. Kasus yang berawal dari kerinduan seorang ayah ini, akhirnya berujung di sel tahanan.
Artikel Terkait
Kevin Diks Pulih, Gladbach Andalkan Bek Kanan untuk Perbaiki Pertahanan di Freiburg
Pemerintah Buka Impor Ayam AS untuk Bibit, Janjikan Perlindungan Peternak Lokal
Pemerintah Serahkan SK HKM dan TORA untuk Lebih dari 650 Hektare Lahan kepada Petani Banyuwangi
Google dan Sea Ltd Jalin Kemitraan Strategis untuk Kembangkan AI di Shopee dan Garena