Penyelidikan ini tidak mencakup pabrikan non-China seperti Tesla, Renault, dan BMW, meskipun mereka memproduksi mobilnya di China.
Baca Juga: China X Jepang, Toyota Buka Peluang Berkolaborasi Dengan BYD untuk Mobil Listrik di Indonesia
Seiring dengan berita ini, Komisi Eropa mengonfirmasi bahwa kunjungan verifikasi akan dilakukan pada Januari-Februari 2024.
Olof Gill, Juru Bicara Komisi Eropa untuk Perdagangan, menyatakan hal ini sebagai langkah untuk memastikan kepatuhan BYD terhadap aturan perdagangan.
Di sisi lain, di Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, mengumumkan rencana peluncuran mobil listrik BYD melalui unggahan Instagramnya.
Baca Juga: Gus Iqdam Dikirimi Mobil Mewah Seharga Rp1.3 Miliar, Pelat Nomor Cantik 'N 944 JI'
Luhut menyambut baik kehadiran BYD, menyebutnya sebagai kabar baik untuk meramaikan pasar mobil listrik di Indonesia.
Luhut juga melihat investasi BYD sebagai bagian dari ekspansi jangka panjang, menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dalam peta kompetisi global di sektor mobil listrik, bersaing dengan merek seperti Tesla.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: tinewss.com
Artikel Terkait
Pasar Otomotif Indonesia 2026: Gelombang Baru Merek Premium dan Listrik Siap Serbu
Geliat Otomotif 2026: Gelombang Mobil Listrik dan Hybrid Siap Serbu Pasar Indonesia
Geely Pacu Ambisi, Targetkan Jual 3,45 Juta Unit di 2026 Usai Cetak Rekor
Nekat Terobos Palang, Taksi Listrik Terseret Kereta di Kemayoran