AFC Denda Persib Rp3,5 Miliar dan Tutup Stadion Imbas Kericuhan Suporter

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:30 WIB
AFC Denda Persib Rp3,5 Miliar dan Tutup Stadion Imbas Kericuhan Suporter

Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi berat kepada Persib Bandung menyusul insiden kericuhan yang terjadi usai laga melawan Ratchaburi FC pada 18 Februari 2026 dalam ajang AFC Champions League Two 2025/2026. Klub berjuluk Pangeran Biru itu diwajibkan membayar denda sebesar Rp3,5 miliar dan menjalani hukuman penutupan stadion untuk pertandingan kandang di kompetisi Asia. Kabar tersebut diterima tim menjelang laga melawan PSM Makassar pada Minggu, 17 Mei 2026.

Putusan itu dikeluarkan oleh AFC Disciplinary and Ethics Committee pada 13 Mei 2026 dan wajib dipenuhi dalam waktu 30 hari sejak tanggal penerbitan. Manajemen Persib Bandung menyatakan menerima sanksi tersebut dengan lapang dada, tetapi menyesali kerugian besar yang harus ditanggung, baik secara finansial maupun reputasi klub.

“Nilai tersebut bukan angka kecil. Dana sebesar itu sejatinya dapat dialokasikan untuk penguatan fasilitas klub, pembinaan jangka panjang, peningkatan kualitas operasional, hingga memperkuat daya saing tim agar Persib dapat terus berkembang dan melangkah lebih jauh di level Asia,” demikian bunyi pernyataan resmi Persib Bandung.

Pelanggaran disiplin yang dilakukan Persib terkait kegagalan menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan. Kericuhan dipicu oleh ulah segelintir oknum Bobotoh yang meluapkan kekecewaan secara berlebihan setelah laga usai. Manajemen menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai merusak upaya positif yang selama ini dibangun oleh para suporter.

“Karena itu, sangat disayangkan ketika perubahan positif yang dibangun bersama selama bertahun-tahun justru harus dirugikan akibat tindakan segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab,” terang manajemen Persib.

“Yang paling berat, konsekuensi besar ini pada akhirnya tidak ditanggung oleh pelaku secara pribadi, tetapi harus dipikul oleh klub serta jutaan Bobotoh lain yang selama ini menjaga PERSIB dengan penuh tanggung jawab dan kebanggaan,” lanjut pernyataan tersebut.

Sementara itu, Persib Bandung menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan. Langkah itu mencakup sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, serta langkah-langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Di sisi internal, PERSIB juga akan melakukan introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pertandingan, termasuk sistem keamanan, koordinasi panitia pelaksana, manajemen risiko pertandingan, hingga langkah-langkah preventif lainnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata manajemen.

“Persib memahami bahwa evaluasi dan perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap aspek-aspek yang berada dalam tanggung jawab klub. Kami meyakini bahwa menjaga sepak bola yang aman dan bermartabat harus dimulai dari evaluasi terhadap diri sendiri, sekaligus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak,” pungkas pernyataan tersebut.

Persib juga mengajak seluruh Bobotoh untuk bersama-sama melakukan evaluasi demi menjaga kecintaan tulus terhadap klub yang menjadi kekuatan penting dalam perjalanan tim di kancah Asia.

“Karena itu, momentum ini harus menjadi pembelajaran bersama agar energi besar yang dimiliki Bobotoh tetap menjadi kekuatan positif yang mampu membawa Persib semakin maju, semakin profesional, dan semakin membanggakan di level Asia,” beber manajemen.

“Persib percaya bahwa cinta terhadap klub harus diwujudkan melalui tanggung jawab. Sebab sebesar apa pun dukungan yang diberikan, semuanya akan kehilangan makna ketika tindakan yang dilakukan justru merugikan perjuangan klub yang sama-sama kita cintai,” tutup pernyataan resmi tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar