Dua Nama Besar Berebut Kursi Pelatih Timnas Indonesia

- Selasa, 30 Desember 2025 | 17:30 WIB
Dua Nama Besar Berebut Kursi Pelatih Timnas Indonesia

JAKARTA – Kursi pelatih Timnas Indonesia masih kosong. Meski desas-desus menyebut John Herdman hampir pasti dapat pekerjaan itu, PSSI ternyata belum menutup pintu. Nama lain, Giovanni van Bronckhorst, masih tetap dipertimbangkan. Jadi, semuanya masih bisa berubah.

Dua nama besar itulah yang kini jadi pusat perhatian. Tapi kalau lihat dari gelombang pemberitaan belakangan, sorotan lebih banyak ke arah Herdman. Mantan pelatih Timnas Kanada itu disebut-sebut punya peluang sangat besar, bahkan ada yang bilang sampai 80 persen. Angka itu tentu membuat posisinya terlihat lebih unggul.

Namun begitu, PSSI belum mau angkat bicara secara final. Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menegaskan prosesnya belum benar-benar selesai.

“Kami sudah memberikan penilaian. Kan masih ada satu (nama) juga. Masih ada Giovanni van Bronckhorst,” ujar Amali saat ditemui wartawan di SUGBK, Senin (29/12/2025).

Pernyataannya itu jelas. Van Bronckhorst, mantan pelatih Feyenoord dan Rangers, belum tersingkir dari bursa. Peluangnya masih ada, dan PSSI masih mengamatinya dengan serius.

Amali menegaskan, peluang bagi Van Bronckhorst akan tetap terbuka sampai ada pengumuman resmi. Dan keputusan akhir itu nantinya akan disampaikan langsung oleh sang Ketua Umum, Erick Thohir.

“Sebelum diumumkan oleh Pak Ketua Umum, potensi itu masih ada,” tegas mantan Menpora itu.

Di sisi lain, Amali memastikan bahwa proses seleksi sudah masuk tahap akhir. Semua digarap internal, oleh struktur resmi federasi. Proses pencarian dan pemilihan ini digodok oleh Komite Eksekutif PSSI, bekerja sama dengan Ketua Badan Tim Nasional Sumardji dan Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers. Menariknya, Erick Thohir disebut sengaja tidak ikut campur dalam tahap diskusi teknis ini.

“Jadi kami semua sudah selesai prosesnya. Bagusnya ini melalui rapat Exco, dan Pak Ketua Umum tidak ikut campur. Ketua Umum membiarkan kami berdiskusi dengan BTN, kemudian dengan mereka yang ditugaskan Pak Muhammad dan Pak Endri,” jelas Amali.

“Nanti pada saat pengambilan keputusan, baru Pak Ketua Umum memimpin rapatnya. Exco punya kebebasan memberikan pandangan. Saya kira ini hal yang sangat baik,” pungkasnya.

Jadi, kita tunggu saja. Semua masih mungkin sampai Erick Thohir akhirnya berbicara.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar