Diplomasi Aksara: China Ubah Penulisan Nama Marco Rubio Demi Akomodasi Kunjungan ke Beijing

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:05 WIB
Diplomasi Aksara: China Ubah Penulisan Nama Marco Rubio Demi Akomodasi Kunjungan ke Beijing

Ada cerita unik di balik kunjungan bersejarah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ke Beijing, China. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, yang mendampingi sang presiden, harus mengubah penulisan namanya agar bisa menginjakkan kaki di Negeri Tirai Bambu. Perubahan itu menjadi jalan tengah diplomatik yang rumit namun elegan, mengingat Rubio selama ini menjadi tokoh yang getol memperjuangkan hak asasi manusia di China semasa menjabat sebagai senator.

Dilansir dari sejumlah media internasional, China sebelumnya menjatuhkan sanksi terhadap Rubio sebanyak dua kali sebagai bentuk balasan atas sikapnya yang dianggap keras terhadap Beijing. Sanksi tersebut menargetkan ucapan dan perbuatan Rubio selama menjadi senator. Namun, setelah Donald Trump menunjuk Rubio sebagai Menteri Luar Negeri dan penasihat keamanan nasional pada Januari 2025, pemerintah China mulai mencari jalan keluar diplomatik.

Juru bicara kedutaan besar China, Liu Pengyu, menegaskan bahwa sanksi itu tetap berlaku untuk tindakan Rubio di masa lalu. “Sanksi tersebut menargetkan ucapan dan perbuatan Bapak Rubio ketika dia menjabat sebagai senator AS terkait China,” ujarnya.

Alih-alih mencabut sanksi, Beijing memilih pendekatan yang lebih halus. Tak lama sebelum Rubio resmi menjabat, pemerintah China dan media resmi mulai mentransliterasikan suku kata pertama dari nama keluarganya dengan karakter Tionghoa yang berbeda untuk bunyi ‘Lu’. Perubahan ini memungkinkan China tetap menerapkan sanksi terhadap Rubio tanpa menghalangi kunjungannya.

Perbedaan penulisan nama itu bahkan terlihat di papan nama yang terpajang di ruang pertemuan. Nama Rubio ditulis sebagai ‘Lu Bi’ao’ dengan huruf yang berbeda saat China mengumumkan sanksi terhadapnya pada 2020. Meski pengucapannya hampir sama, perbedaan karakter dalam tulisan itu sangat jelas. Dengan cara ini, Beijing tetap bisa menyambut Rubio secara resmi tanpa harus mencabut sanksi yang pernah dijatuhkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags