Daging Dam Jemaah Haji Disalurkan ke Negara Terdampak Bencana dan Konflik, Termasuk Palestina dan Sudan

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:15 WIB
Daging Dam Jemaah Haji Disalurkan ke Negara Terdampak Bencana dan Konflik, Termasuk Palestina dan Sudan

Daging hasil sembelihan hewan dam yang dibayarkan jemaah haji tidak hanya dibagikan di wilayah Arab Saudi, melainkan juga disalurkan ke sejumlah negara yang membutuhkan, termasuk Sudan dan Palestina.

Seperti diketahui, jemaah haji diwajibkan membayar denda atau dam apabila melanggar ketentuan wajib haji atau berada dalam kondisi tertentu. Salah satu contohnya, jemaah haji Indonesia yang menjalankan ibadah dengan pola Haji Tamattu’ melaksanakan umrah terlebih dahulu baru kemudian berhaji diwajibkan membayar dam.

Pembayaran dam bagi jemaah haji Indonesia dapat dilakukan melalui lembaga resmi Arab Saudi bernama Adahi. Di sisi lain, pemerintah juga memberikan opsi bagi jemaah untuk membayar dan melakukan penyembelihan hewan dam di Indonesia.

Berdasarkan pandangan mazhab Hanafi, daging dam boleh didistribusikan ke luar Makkah dengan tetap mengutamakan pendistribusian kepada fakir miskin di Tanah Suci. Namun, penyaluran ke luar wilayah tersebut diperbolehkan jika kondisi masyarakat miskin di luar Tanah Suci dinilai lebih membutuhkan.

General Manager Hady & Adahi Program, Seraj Mohammed Alfelali, menjelaskan bahwa terdapat delapan kriteria dalam menentukan penerima daging dam berdasarkan syariat Islam, termasuk bagi penerima di luar Arab Saudi. Menurutnya, prioritas distribusi daging akan diberikan kepada wilayah yang terdampak bencana alam, konflik perang, wabah penyakit, maupun kondisi darurat lainnya.

“Berdasarkan hal itu kami menentukan porsi daging yang akan dikirim ke negara-negara tersebut. Jadi, ini tidak konstan, bisa berubah setiap tahun berdasarkan situasi di seluruh dunia,” ujar Seraj saat menerima jurnalis dari sejumlah negara, termasuk tim Media Center Haji (MCH) Indonesia di Makkah, beberapa waktu lalu.

Seraj mengungkapkan bahwa daftar negara penerima distribusi daging dam terus berubah mengikuti perkembangan kondisi global dalam beberapa tahun terakhir. Negara-negara yang pernah menjadi penerima antara lain Palestina, Syria, Sudan, Bangladesh, Somalia, Mauritania, dan Mozambik.

“Selama lima sampai delapan tahun terakhir banyak kondisi yang memengaruhi seluruh dunia, seperti bencana alam, perang, penyakit, dan virus. Jadi tidak tetap, berubah sesuai kondisi setiap tahun,” katanya.

Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara tujuan distribusi daging dam. Hal itu disebabkan adanya regulasi domestik yang mengatur soal impor daging dari luar negeri.

“Karena otoritas Indonesia tidak mengizinkan daging yang disembelih di luar Indonesia untuk diimpor. Jadi, ini karena masalah regulasi, bukan alasan lain. Itu regulasi lokal dari pemerintah Indonesia, bukan dari pihak kami,” ujar Seraj.

Adahi, lembaga yang menangani penyembelihan hewan dam, memiliki kapasitas pemotongan hingga 1,2 juta ekor hewan dalam tiga hari tasyrik, yaitu pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Kapasitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dam jutaan jemaah haji selama puncak musim haji berlangsung.

“Per hari lebih dari 400.000. Ya, lebih dari 300.000,” ujar Seraj saat ditemui pada Senin (11/5/2026).

Menurut Seraj, secara total Adahi sebenarnya mampu menangani pemotongan hewan dalam jumlah yang lebih besar. Namun, kapasitas penyimpanan milik lembaga tersebut terbatas pada 1,2 juta ekor. Apabila jumlah pesanan melebihi kapasitas itu, Adahi dapat menyewa fasilitas penyimpanan daging dari pihak lain.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa seluruh jemaah haji dan petugas haji Indonesia membayar dam melalui Adahi. Mekanisme pembayaran dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Arab Saudi. Operasional penyembelihan hewan dam di fasilitas Adahi ditangani oleh sekitar 17.000 pekerja.

Seraj menjelaskan bahwa saat ini Adahi hanya menangani penyembelihan hewan dam dan kurban berupa domba. Lembaga tersebut tidak lagi melayani penyembelihan sapi dan unta sejak pandemi Covid-19. Seluruh proses dilakukan dengan standar kebersihan dan higienitas yang ketat.

Dalam kunjungan yang difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Arab Saudi bersama Kamar Dagang dan Industri Arab Saudi, para jurnalis diajak melihat langsung proses penyembelihan di fasilitas Adahi di Makkah. Area penyembelihan utama berada di lantai dasar dengan kapasitas tampung belasan ribu ekor hewan.

Setelah disembelih, hewan diproses di lantai dua untuk tahap pengulitan dan pemisahan bagian daging. Hanya daging yang akan dibagikan dan diolah, sementara bagian lain seperti kulit dan jeroan dipisahkan lalu dibuang.

Adahi menetapkan standar daging hasil sembelihan minimal sembilan kilogram untuk setiap orang. Apabila dari satu ekor hewan diperoleh daging kurang dari jumlah tersebut, Adahi akan menambah selisihnya tanpa membebankan biaya tambahan kepada jemaah haji sebagai pembayar dam.

Adahi merupakan program resmi Kerajaan Arab Saudi yang menangani layanan penyembelihan hewan dam dan kurban bagi jemaah haji. Program ini berada di bawah pengawasan otoritas Saudi untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung sesuai syariat, higienis, dan terintegrasi dengan distribusi daging ke berbagai negara.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar