Periode singkat Raheem Sterling di Eredivisie bersama Feyenoord dipastikan akan segera berakhir. Klub asal Rotterdam itu dilaporkan telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak pemain sayap asal Inggris tersebut setelah performanya dinilai sangat mengecewakan, bahkan disebut sebagai salah satu rekrutan terburuk dalam sejarah klub.
Keputusan ini diambil setelah Sterling gagal memenuhi ekspektasi tinggi yang sempat mengiringi kedatangannya pada Februari lalu. Meskipun disambut meriah sebagai mantan bintang Manchester City dan Chelsea, pemain berusia 31 tahun itu justru kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Ia juga kerap bermasalah dengan kebugaran fisik, sehingga gagal merebut posisi starter reguler di bawah asuhan pelatih Robin van Persie.
Sepanjang musim, Sterling hanya mencatatkan 349 menit bermain di liga. Dalam beberapa pekan terakhir, ia bahkan lebih sering duduk di bangku cadangan. Meskipun dianggap tetap menjaga standar profesional selama latihan, pihak manajemen klub menilai kontribusinya di lapangan tidak sebanding dengan reputasi dan biaya yang telah dikeluarkan.
Kritik tajam datang dari mantan pemain internasional Belanda, Jan Everse, yang secara terbuka menyoroti penurunan drastis kondisi fisik Sterling. Menurut Everse, pemain yang dulu dikenal eksplosif itu kini kehilangan kecepatan dan ketajamannya.
“Sudah berakhir. Saya harap saya telah membuat kesalahan dan salah menilai dia, tetapi saya rasa tidak. Lihat komentar di internet para penggemar sangat mengkritiknya,” ujar Everse dalam wawancara dengan media asing. “Kegagalan terbesar dalam sejarah kami, kata mereka. Dia tidak bugar. Jika dia melakukan tiga atau empat sprint, Anda tidak akan melihatnya selama 20 menit. Dia tidak eksplosif lagi,” lanjutnya.
Everse juga menyoroti penurunan kualitas teknis Sterling. Ia menilai pemain yang pernah menjadi andalan Timnas Inggris itu kini kerap ragu-ragu saat membawa bola dan kesulitan melewati lawan dalam situasi satu lawan satu. “Dia tersandung kakinya sendiri. Dia ragu-ragu. Dia cemas agar tidak membuat kesalahan. Dalam situasi satu lawan satu, dia tidak pernah bisa melewati bek. Saya merasa kasihan padanya,” katanya.
Meskipun mengaku tidak mudah bersimpati kepada pesepakbola profesional yang berpenghasilan tinggi, Everse mengakui bahwa ia merasa iba dengan kondisi Sterling saat ini. “Saya tidak merasa kasihan pada banyak pemain sepak bola, karena saya tahu berapa banyak penghasilan mereka. Tapi saya merasa kasihan padanya karena dia adalah pemain sepak bola yang fantastis dan saya masih bisa melihat Raheem Sterling yang dulu dalam ingatan saya. Ini bukan pernikahan yang bahagia. Dan jika Anda merasa kasihan pada pemain dengan kualitas dan latar belakangnya, Anda tahu bahwa semuanya sudah berakhir,” tandasnya.
Artikel Terkait
Ibunda Pelatih Bojan Hodak Wafat di Kroasia, Tetap Pimpin Persib di Dua Laga Akhir Musim
FIFA Umumkan Shakira, Madonna, dan BTS Jadi Bintang Pertunjukan Paruh Waktu Final Piala Dunia 2026
Persib Bandung Incar Tiga Pemain Asing Liga Super Malaysia, Bruno Moreira Masuk Radar
Ramadhan Sananta Resmi Hengkang dari DPMM FC, Spekulasi Kembali ke Liga 1 dan Gabung Persebaya Menguat