Kekacauan yang tengah melanda internal Real Madrid berpotensi membawa berkah bagi Arsenal. Legenda sepak bola Prancis, Emmanuel Petit, menilai bahwa situasi ini bisa menjadi celah bagi The Gunners untuk mendatangkan Kylian Mbappe, bintang yang saat ini tengah berada dalam pusaran ketidakpastian di Santiago Bernabéu.
Menurut Petit, jika masa bakti Mbappe di Spanyol harus berakhir lebih cepat dari yang direncanakan, maka tim asuhan Mikel Arteta adalah destinasi yang paling ideal. Ia meyakini bahwa gaya permainan Arsenal akan sangat cocok dengan karakteristik sang pemain, terutama jika ditempatkan di sisi kiri serangan.
“Satu-satunya alasan saya pikir Mbappe akan tetap di Real Madrid adalah karena jika dia pergi tanpa memenangkan trofi, itu akan membuat kepindahannya gagal,” ujar Petit kepada Boyle Sports. Ia menambahkan bahwa Mbappe memiliki ego yang besar, sehingga kemungkinan besar ia akan bertahan untuk membuktikan kemampuannya.
“Saya cukup yakin tentang itu. Saya tidak melihatnya meninggalkan Madrid, mungkin klub terbesar di dunia, kecuali keputusan itu dibuat untuknya,” tegasnya.
Spekulasi mengenai kepergian Mbappe muncul dari suasana panas yang menyelimuti skuad Real Madrid. Hubungan antar pemain dilaporkan mencapai titik kritis, ditandai dengan insiden bentrokan keras di tempat latihan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni, yang bahkan berujung pada perawatan rumah sakit bagi pemain asal Uruguay tersebut.
Sementara itu, di tengah konflik internal yang tertutup itu, Mbappe justru menghadapi pertempuran publiknya sendiri. Meskipun catatan golnya tetap produktif, para penggemar Madridista mulai melontarkan kritik tajam terhadap komitmennya secara keseluruhan. Kemarahan mencapai puncaknya ketika sang penyerang terlihat berlibur di tengah masa pemulihan cederanya.
Citra perjalanan itu memicu gelombang protes digital yang masif. Sebuah petisi online yang menuntut kepergian Mbappe dari klub bahkan telah mengumpulkan dukungan hingga 70 juta tanda tangan, sebuah angka yang mencerminkan betapa dalamnya kekecewaan publik.
Petit berpendapat bahwa satu-satunya skenario yang memungkinkan transfer ini terjadi adalah jika Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menyerah di bawah tekanan publik yang luar biasa. Lanskap politik di klub raksasa Spanyol itu sering kali menjadi penentu masa depan seorang pemain, dan gelombang sentimen negatif yang begitu besar dapat memaksa manajemen untuk mengambil tindakan drastis.
“Satu-satunya cara dia pergi adalah jika Florentino Perez menyerah di bawah tekanan,” tambah Petit. “Jutaan penggemar telah menandatangani petisi yang menyatakan mereka ingin dia meninggalkan klub. Itu bisa menjadi akhir bagi Mbappe karena Florentino Perez adalah orang yang politis.”
Petit pun menyinggung peluang Arsenal yang tengah bersaing di Liga Champions. Menurutnya, jika Arsenal mampu memenangkan trofi bergengsi itu untuk pertama kalinya, hal tersebut tidak hanya akan mengubah jalur sejarah klub, tetapi juga mengirimkan pesan kuat di bursa transfer. “Jika Arsenal memenangkan Liga Champions untuk pertama kalinya, maka itu akan mengubah jalannya sejarah mereka dan mengirimkan pesan yang kuat di bursa transfer,” tandasnya.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Nyaris Raih Podium Usai Bangkit dari Posisi 14 di Moto3 GP Prancis 2026
Megawati Hangestri Resmi Kembali ke Liga Voli Korea Perkuat Hyundai Hillstate Musim 2026-2027
Herdman Siapkan Pemusatan Latihan Mei 2026 Hadapi Grup Neraka Piala Asia 2027
Suporter Waspada Tautan Siaran Ilegal di Laga Persija vs Persib, Imbas Maraknya Penipuan Siber