Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, langsung bergerak cepat menyusun peta jalan strategis setelah hasil undian Piala Asia 2027 menempatkan timnya di Grup F, sebuah grup yang dijuluki sebagai grup neraka. Indonesia harus berhadapan dengan Jepang, Qatar, dan Thailand dalam persaingan yang diprediksi berlangsung sangat ketat. Meski menghadapi lawan-lawan berat, Herdman mengaku tidak gentar dan telah menyiapkan langkah awal berupa evaluasi pemain domestik melalui pemusatan latihan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Mei 2026.
Saat ini, Timnas Indonesia menghuni peringkat ke-122 FIFA, menjadikannya tim dengan status underdog di hadapan Jepang yang bertengger di posisi ke-18, Qatar di peringkat 55, dan Thailand di peringkat 93. Menyadari kesenjangan peringkat tersebut, Herdman menegaskan bahwa pemusatan latihan bulan Mei akan menjadi momen krusial untuk menguji para pemain lokal yang menunjukkan performa terbaik sepanjang musim ini.
“Langkah pertama adalah menguji pemain domestik. Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik,” ujar Herdman dalam sebuah wawancara.
“Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini, termasuk pemain yang menurut kami mulai menunjukkan profil yang kami butuhkan untuk masa depan,” jelasnya.
Setelah pemusatan latihan tersebut, Herdman berencana mengintegrasikan pemain lokal terbaik dengan pemain diaspora yang berkarier di Eropa pada agenda FIFA Matchday Juni 2026. Langkah ini dirancang untuk meramu skuad paling kompetitif sekaligus menentukan pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027.
“Langkah kedua pada bulan Juni adalah melihat pemain diaspora yang bermain di Eropa dan memadukannya dengan pemain lokal terbaik kita untuk memahami lebih jauh grup ini dan menentukan siapa saja pemain yang tepat untuk memimpin Indonesia di Piala Asia 2027,” beber Herdman.
Di sisi lain, Herdman menekankan bahwa pembangunan tim tidak hanya berhenti pada evaluasi pemain. Menurutnya, pengembangan identitas permainan dan chemistry antarpemain menjadi fondasi yang tak kalah penting untuk membawa tim ke level yang lebih tinggi.
“Ada dua bagian penting dalam proses ini. Pertama adalah evaluasi grup, kedalaman skuad, dan profil posisi pemain. Kedua adalah performa. Ini adalah training camp kedua saya bersama tim,” terangnya.
“Setiap kali kami berkumpul, fokusnya adalah mengembangkan kerangka taktik dan identitas permainan kami, sekaligus membangun koneksi di dalam dan luar lapangan. Kami harus membangun brotherhood yang dibutuhkan untuk membawa Indonesia naik ke level berikutnya di Asia,” pungkas Herdman.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Nyaris Raih Podium Usai Bangkit dari Posisi 14 di Moto3 GP Prancis 2026
Petit: Kekacauan Madrid Bisa Buka Jalan Mbappe ke Arsenal
Megawati Hangestri Resmi Kembali ke Liga Voli Korea Perkuat Hyundai Hillstate Musim 2026-2027
Suporter Waspada Tautan Siaran Ilegal di Laga Persija vs Persib, Imbas Maraknya Penipuan Siber