Kejaksaan Negeri Pandeglang baru-baru ini melakukan pemusnahan massal terhadap barang bukti dari berbagai perkara pidana. Semuanya sudah inkrah, alias memiliki kekuatan hukum tetap.
Kepala Kejaksaan Negeri setempat, Surayadi Sembiring, menjelaskan bahwa ada 54 perkara yang barang buktinya dihancurkan dalam aksi ini.
"Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari 54 perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap," ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Kalau dilihat dari jenisnya, kasus narkotika masih mendominasi. Nilainya pun fantastis, mencapai ratusan juta rupiah. Untuk menghancurkan barang haram itu, jaksa menggunakan beberapa metode. Sabu, ganja, dan obat terlarang lainnya dihancurkan dengan diblender, lalu dibakar sampai habis.
"Dominasi perkara tahun ini masih seputar narkotika dan perlindungan anak," ungkap Surayadi.
Tak cuma narkoba, uang palsu juga ikut dimusnahkan. Ada 2.950 lembar uang tiruan dengan nominal seratus ribu dan lima puluh ribu rupiah yang dibakar. Nilai totalnya mencapai Rp 295 juta.
"Uang pecahan Rp 100 ribu diduga uang palsu sebanyak 2.935 lembar uang palsu atau sebesar Rp 293.500.000, uang pecahan Rp 50 ribu diduga uang palsu sebanyak 15 lembar uang palsu atau sebesar Rp. 750.000," katanya merinci.
Langkah tegas Kejari Pandeglang ini mendapat apresiasi dari perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Arman.
Dia mengingatkan bahwa hukuman untuk pengedar uang palsu sangatlah berat.
"Pelaku peredaran uang palsu dapat dikenai sanksi berat sesuai Pasal 26 dan Pasal 36 UU Mata Uang, dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp 10 miliar," tegas Arman.
Artikel Terkait
Betrand Peto Buka Suara soal Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah, Ungkap Ayah Sering Direndahkan
Polisi Dipecat karena Jadi ‘Sniper’ Pengawas Kampung Narkoba di Samarinda
17 Dubes Negara Sahabat Serahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Prabowo pada 8 Juni 2026
UEU Resmi Buka Kampus Keempat di Jakarta Selatan, Hadirkan Jalur Magister ke Arizona State University