Nasib PSM Makassar Bergantung pada Hasil Laga Semen Padang vs Persijap

- Senin, 20 April 2026 | 16:00 WIB
Nasib PSM Makassar Bergantung pada Hasil Laga Semen Padang vs Persijap
Kondisi Terkini PSM Makassar

PSM Makassar di Ujung Tanduk, Nasib Bergantung pada Hasil Lain

Suasana di Makassar terasa berat. Bagi para pendukung PSM, awan mendung yang menggantung bukan cuma di langit, tapi juga di hati. Kekalahan 2-1 dari Borneo FC pekan lalu bukan sekadar angka. Itu pukulan telak yang membuat posisi Juku Eja di klasemen Liga 1 benar-benar mengkhawatirkan. Pintu degradasi kini terbuka lebar.

Duduk di peringkat 13 dengan 28 poin, posisi mereka rapuh. Sangat rapuh. Ancaman langsung datang dari bawah. Persijap Jepara, yang masih punya satu laga cadangan, mengintai dengan 25 poin.

Nah, ini yang bikin deg-degan. Persijap akan main melawan Semen Padang nanti sore. Kalau Laskar Kalinyamat itu menang, poin mereka akan menyamai PSM.

Dan di situlah masalahnya. Meski poin sama, PSM akan terlempar ke posisi 14. Kenapa? Karena catatan pertemuan langsung kedua tim musim ini benar-benar buruk untuk PSM. Cuma raih satu poin dari dua pertemuan. Imbang di rumah, lalu tumbang 0-2 di kandang lawan.

Jadi, nasib mereka sekarang sedikit banyak ada di tangan Semen Padang. Kalau Persijap terjegal, PSM masih bisa bernapas lega untuk sementara. Tapi kalau tidak, alarm bahaya akan berdering kencang di markas Juku Eja.

Kerapuhan yang Terus Berulang

Lalu, kenapa tim sebesar PSM bisa berada di situasi seperti ini? Jawabannya kompleks, tapi dua hal menonjol: krisis pemain dan mentalitas yang kerap ambruk di menit-menit krusial.

Kekalahan dari Borneo FC di GBH Sabtu lalu adalah gambaran sempurna. Tim sempat unggul, lalu lepas kendali. Badai cedera disebut-sebut jadi biang kerok, memaksa pelatih memainkan komposisi seadanya.

Asisten pelatih Ahmad Amiruddin tak bisa menyembunyikan kekecewaannya.

"Kami sempat unggul, tetapi kesalahan datang dari kami sendiri. Pemain pengganti juga tidak memberikan dampak seperti yang kami harapkan," ujarnya.

Kesalahan individu, performa pemain pelapis yang di bawah ekspektasi, dan pertahanan yang gampang goyah kala ditekan. Itu resep yang berulang. PSM kini bukan lagi "Karang" yang ditakuti. Mereka justru sering cemas sendiri, terutama di babak kedua.

Suara Kekecewaan dari Tribun

Dampaknya langsung terasa di tribun. Antusiasme suporter mulai luntur, berganti dengan kelelahan dan kekecewaan. Ulil Amri, salah satu pendukung setia, bicara blak-blakan.

"Laga kandang nanti suporter pasti loyo. Ke stadion itu modalnya gak cuma tiket, tapi ongkos, tenaga, pulang tengah malam. Dapatnya cuma kekalahan. Sekarang PSM tidak lagi berjuang buat juara, tapi sekadar bertahan. Itu yang bikin sakit," keluhnya.

Kekecewaan ini didengar pemain. Akbar Tanjung, gelandang tim, menyampaikan permintaan maaf. Ia paham, mengajak suporter datang lalu mengecewakan adalah bentuk pengkhianatan terhadap loyalitas mereka.

Menatap Sisa Musim dengan Cemas

Jalannya masih panjang, tapi waktu untuk berbenah semakin sempit. Jika tidak ada perubahan drastis di sisa pertandingan, mimpi buruk harus dihadapi: juara bertahan dua musim lalu itu terdegradasi.

Fokus mereka sekarang bukan lagi soal taktik indah atau serangan mematikan. Ini soal pertaruhan nyawa. Soal cara bertahan hidup di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dan jalan itu dimulai dengan berharap pada hasil yang tidak sepenuhnya mereka kendalikan.

Semua mata kini tertuju ke laga Semen Padang vs Persijap. Hasilnya akan menentukan nada untuk pekan-pekan genting yang akan datang bagi PSM Makassar.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar