Menteri PU Turun Tangan, Jalan Rusak di Sumbar Segera Diperbaiki

- Rabu, 28 Januari 2026 | 10:30 WIB
Menteri PU Turun Tangan, Jalan Rusak di Sumbar Segera Diperbaiki

Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke Sumatra Barat kemarin membawa angin segar. Bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, mereka menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis pascabencana. Semuanya akan dibiayai lewat APBN, dengan fokus pada pemulihan konektivitas wilayah yang sempat terputus.

Dalam pertemuan itu, sejumlah proyek prioritas akhirnya diumumkan ke publik. Salah satu yang paling mendesak adalah perbaikan ruas jalan Alahan Panjang, Solok-Bayang, di Pessel. Jalan ini kondisinya sudah parah, padahal punya peran vital.

Andre Rosiade menyebut, Kementerian PU akan melakukan diskresi khusus untuk menangani masalah ini.

"Insyaallah Pak Menteri akan melakukan intervensi agar APBN turun. Usulan dari Pak Gubernur sekitar Rp275 miliar, dan ini penting karena menjadi jalur vital masyarakat," ujarnya, Rabu (28/1/2025).

Dampaknya signifikan. Jika jalan itu diperbaiki, waktu tempuh yang biasanya makan waktu empat jam bisa dipangkas drastis menjadi hanya 40 menitan. Bayangkan betapa itu akan menggerakkan roda ekonomi warga setempat.

Selain jalan, ada juga perhatian serius untuk Jembatan Sikabu di Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan ini bukan sekali, tapi sudah dua kali ambruk diterjang arus sungai yang deras. Pemerintah tak mau kejadian terulang untuk ketiga kalinya.

Menteri Dody Hanggodo mengungkapkan, tim dari Balai Teknik Sungai dan Sumber Daya Air sedang menggarap kajian cepat.

"Masalah utama Jembatan Sikabu ada di kondisi sungainya. Karena itu desainnya harus tepat, tapi kami kejar agar bisa segera dibangun," kata Dody.

Targetnya, dalam satu bulan desain harus sudah rampung agar konstruksi bisa segera dimulai. Mereka tak mau berlama-lama.

Di sisi lain, proyek-proyek besar lain juga dipastikan berjalan. Seperti jalan Payakumbuh-Sitangkai senilai Rp75 miliar yang ditargetkan tuntas Juli 2026. Tak berhenti di situ, pembangunan akan dilanjutkan ke ruas Sitangkai-Batusangkar. Untuk ruas ini, dananya akan berasal dari skema Inpres Jalan Daerah tahun 2026, dengan estimasi anggaran melampaui Rp100 miliar.

"Ini perintah langsung Presiden. Jalan provinsi di Tanah Datar akan dibangun oleh Kementerian PU lewat Inpres Jalan Daerah," tegas Andre Rosiade.

Semua upaya ini, menurut Menteri Dody, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Intinya adalah "Build Back Better", membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan lebih tangguh menghadapi bencana.

Pada akhirnya, tujuan semua percepatan ini jelas. Jalan-jalan strategis itu diprioritaskan untuk memperlancar arus logistik, terutama pengiriman pangan dari Solok ke Pesisir Selatan. Dengan intervensi pemerintah pusat, harapannya Sumbar punya infrastruktur yang kuat, bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dan tentu saja, lebih siap menghadapi tantangan alam di masa depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler