Kunjungan kerja Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo ke Sumatra Barat kemarin membawa angin segar. Bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, mereka menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis pascabencana. Semuanya akan dibiayai lewat APBN, dengan fokus pada pemulihan konektivitas wilayah yang sempat terputus.
Dalam pertemuan itu, sejumlah proyek prioritas akhirnya diumumkan ke publik. Salah satu yang paling mendesak adalah perbaikan ruas jalan Alahan Panjang, Solok-Bayang, di Pessel. Jalan ini kondisinya sudah parah, padahal punya peran vital.
Andre Rosiade menyebut, Kementerian PU akan melakukan diskresi khusus untuk menangani masalah ini.
"Insyaallah Pak Menteri akan melakukan intervensi agar APBN turun. Usulan dari Pak Gubernur sekitar Rp275 miliar, dan ini penting karena menjadi jalur vital masyarakat," ujarnya, Rabu (28/1/2025).
Dampaknya signifikan. Jika jalan itu diperbaiki, waktu tempuh yang biasanya makan waktu empat jam bisa dipangkas drastis menjadi hanya 40 menitan. Bayangkan betapa itu akan menggerakkan roda ekonomi warga setempat.
Selain jalan, ada juga perhatian serius untuk Jembatan Sikabu di Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan ini bukan sekali, tapi sudah dua kali ambruk diterjang arus sungai yang deras. Pemerintah tak mau kejadian terulang untuk ketiga kalinya.
Menteri Dody Hanggodo mengungkapkan, tim dari Balai Teknik Sungai dan Sumber Daya Air sedang menggarap kajian cepat.
Artikel Terkait
Stasiun Jatake Diresmikan, Dudy dan Andra Pacu Ekonomi Banten Lewat Rel
Bencana Sumatera Hantam Ribuan Madrasah dan Rumah Ibadah
Satgas Polda Riau Bangun 26 Jembatan untuk Putuskan Isolasi Desa
Said Iqbal Dukung Kapolri Tetap di Bawah Presiden, Sejalan dengan Sikap Tegas Sigit