Pemerintah Filipina bergerak cepat. Ratusan warganya yang bekerja dan tinggal di kawasan Timur Tengah, termasuk di Iran, kini sudah dipulangkan. Alasannya jelas: situasi perang yang memanas antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Menurut sejumlah saksi, suasana di bandara-bandara cukup mencekam. Para pekerja ini meninggalkan kehidupan mereka dengan tergesa, membawa barang seadanya, demi keselamatan. Di sisi lain, upaya evakuasi terus berjalan.
Kedutaan Besar Filipina di Teheran memberi konfirmasi. Setidaknya 16 warga negara mereka telah keluar dari Iran via Turki. Dari jumlah itu, 14 orang sedang dalam perjalanan pulang ke Manila hari ini, dengan transit di Singapura.
Namun begitu, angka sebenarnya jauh lebih besar. Departemen Luar Negeri Filipina menyebut, ada 442 warga yang diatur pulang dari Uni Emirat Arab saja. Mereka menggunakan penerbangan repatriasi khusus yang disiapkan pemerintah.
Tak hanya di UEA, bantuan juga sampai ke warga di Israel. Sekitar 38 orang berhasil dievakuasi. Mereka meninggalkan wilayah konflik melalui Penyeberangan Perbatasan Taba menuju Mesir.
Artikel Terkait
Forum Energi Indo-Pasifik di Tokyo Sepakati Komitmen Stabilkan Pasokan di Tengah Ketegangan Global
Golkar Siapkan 20 Bus Mudik Gratis untuk Tiga Provinsi
Polisi Periksa Baju Meleleh dan Helm Pelaku dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Arus Mudik Mulai Padat di Tol Cipali, Volume Kendaraan Naik 9,2 Persen