Suasana di Polda Metro Jaya pagi itu cukup ramai. Di antara yang datang, ada Henny Maria, pemilik warung Steak Twogether di Kalibata. Ia dipanggil sebagai saksi korban, menyusul kericuhan yang berujung pembakaran kios beberapa waktu lalu. Panggilan resmi itu, katanya, untuk melengkapi penyidikan.
"Iya, kebetulan kita dapat panggilan resmi dari Polda," ujar Henny, Jumat (2/1) lalu.
"Jadi untuk melengkapi mungkin proses penyidikan, sama mungkin pemanggilan saksi, dan mungkin laporan kerugian apa segala macam yang kemarin sudah diproses sebelumnya."
Dalam pemeriksaannya, polisi meminta Henny merinci semua kerugian dan kronologi yang ia ketahui. Mulai dari besaran kerusakan hingga apa yang ia lihat saat kejadian. "Pemeriksaannya mungkin laporan-laporan terkait yang kerugian kita apa saja, sebanyak apa, sebesar apa," jelasnya.
Lalu ia menambahkan, "Lalu mungkin saksi yang diketahui tentang kejadian kebakaran di Kalibata. Itu mungkin kita akan ditanyai lagi sih secara detail, mungkin kurang lebih seperti itu."
Kerugiannya tak main-main. Kiosnya rusak parah dilalap api, dengan nilai hampir menyentuh angka seratus juta rupiah. "Ya puluh-puluhan juta sih ya, hampir Rp 100 juta lah kurang lebih," ucap Henny dengan nada lirih.
Hingga kini, warungnya belum bisa beroperasi lagi. Bukan cuma karena fisiknya yang hancur. Rasa takut masih membayangi, apalagi setelah ia menerima ancaman usai peristiwa itu. "Sementara belum tahu, kita juga lagi cari cara berusaha buat bangkit. Mudah-mudahan ntar ada jalannya sih," harapnya.
Harap Ada Pengamanan
Soal ancaman itu, Henny sudah melaporkannya ke polisi. Dan sekarang, ia mendapat pengamanan sementara. "Oh, untuk ancaman-ancaman ini kita sudah sampaikan juga kepada pihak kepolisian. Kalau saya pribadi ya mengikuti prosedur saja sih," tuturnya.
"Tindakannya pengamanan sementara. Pengamanan dari kepolisian buat kamilah, korban," lanjutnya.
Artikel Terkait
Cangkul Petani Grobogan Tertancap di Mortir Peninggalan Perang
Sunyi yang Berbicara: Ketika Ulama Minang Menjinakkan Euforia Tahun Baru
Puncak Macet Parah, Polisi Terapkan Sistem Satu Arah
600 Hunian Darurat Tuntas di Aceh Tamiang, BRI dan BUMN Pacu Pembangunan