MURIANETWORK.COM - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) secara resmi menutup akses menuju Curug Cibeureum-Salabintana menyusul terjadinya longsor yang melanda jalur pendakian. Penutupan sementara ini dilakukan demi keamanan pengunjung setelah material tanah dan batuan menimbun jalan setinggi 1,5 meter dengan panjang lebih dari 15 meter, diduga akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Cianjur dan Sukabumi, Jawa Barat.
Longsor Timpa Jalur, Akses Wisata Terputus
Menurut keterangan resmi dari Humas Balai Besar TNGGP, Agus Deni, material longsor telah menutup total jalur menuju air terjun tersebut sejak beberapa hari lalu. Kejadian ini membuat trek menjadi sangat sulit dan berbahaya untuk dilintasi. Saat ini, tim terkait masih fokus melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Agus Deni menjelaskan detail kerusakan yang terjadi. "Jalur menuju Curug Cibeureum-Salabintana yang masuk dalam kawasan Gunung Gede-Pangrango tertimbun longsor setinggi 1,5 meter dengan panjang lebih dari 15 meter akibat cuaca ekstrem," jelasnya.
Pembersihan Dilakukan Secara Manual, Butuh Waktu
Proses pemulihan jalur tidak bisa dilakukan secara instan. Pembersihan material longsor yang masif tersebut dilakukan dengan cara manual dan melibatkan sejumlah warga sekitar. Pendekatan ini dipilih dengan pertimbangan kehati-hatian dan keselamatan di medan yang masih rawan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan proses pembersihan akan selesai.
Artikel Terkait
Ledakan di Fasilitas PBB Lebanon Lukai Tiga Personel Indonesia
Pemerintah Fokuskan Optimalisasi SDM untuk Dukung Program Hasil Terbaik Cepat
Tiga Pasukan Perdamaian PBB Terluka Akibat Ledakan di Lebanon Selatan
TRIS Siap Ekspansi Global, Manfaatkan Perjanjian Dagang dan Kinerja 2025 yang Solid