"Masalah utama Jembatan Sikabu ada di kondisi sungainya. Karena itu desainnya harus tepat, tapi kami kejar agar bisa segera dibangun," kata Dody.
Targetnya, dalam satu bulan desain harus sudah rampung agar konstruksi bisa segera dimulai. Mereka tak mau berlama-lama.
Di sisi lain, proyek-proyek besar lain juga dipastikan berjalan. Seperti jalan Payakumbuh-Sitangkai senilai Rp75 miliar yang ditargetkan tuntas Juli 2026. Tak berhenti di situ, pembangunan akan dilanjutkan ke ruas Sitangkai-Batusangkar. Untuk ruas ini, dananya akan berasal dari skema Inpres Jalan Daerah tahun 2026, dengan estimasi anggaran melampaui Rp100 miliar.
"Ini perintah langsung Presiden. Jalan provinsi di Tanah Datar akan dibangun oleh Kementerian PU lewat Inpres Jalan Daerah," tegas Andre Rosiade.
Semua upaya ini, menurut Menteri Dody, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Intinya adalah "Build Back Better", membangun kembali dengan kualitas yang lebih baik dan lebih tangguh menghadapi bencana.
Pada akhirnya, tujuan semua percepatan ini jelas. Jalan-jalan strategis itu diprioritaskan untuk memperlancar arus logistik, terutama pengiriman pangan dari Solok ke Pesisir Selatan. Dengan intervensi pemerintah pusat, harapannya Sumbar punya infrastruktur yang kuat, bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dan tentu saja, lebih siap menghadapi tantangan alam di masa depan.
Artikel Terkait
Polri Minta Maaf, Personel yang Amankan Pedagang Es Kue Jadul Diperiksa Propam
Tujuh Pemuda Diringkus Usai Aniaya Pengendara dan Siram Air Panas ke Ibu Gendong Balita
Serikat Buruh Tolak Usulan Polri Dibawah Kementerian, Dukung Penuh Sikap Kapolri
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Penumpang Langsung Berduyun-duyun