Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Persiapan Konstruksi

- Senin, 20 April 2026 | 13:00 WIB
Pembangunan Stadion Untia Makassar Masuk Tahap Persiapan Konstruksi

MAKASSAR Akhirnya, ada angin segar untuk Stadion Untia. Proyek yang sempat dianggap jalan di tempat ini mulai menunjukkan tanda-tanda nyata. Setelah proses panjang yang kerap dianggap lamban, pembangunan stadion milik Pemkot Makassar itu kini bersiap memasuki fase yang paling ditunggu: konstruksi fisik. Bagi para bobotoh PSM, ini adalah kabar gembira. Markas baru untuk tim kebanggaan mereka perlahan mulai terwujud.

Momen pentingnya ditandai dengan ditetapkannya PT Ciriajasa Cipta Mandiri sebagai pemenang tender Manajemen Konstruksi. Kontraknya sudah diteken bersama Dinas PU Pemkot pada pertengahan Maret lalu, lengkap dengan terbitnya Surat Penunjukan. Itu artinya, fondasi hukum untuk memulai kerja sudah kuat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tak menyembunyikan optimismenya. Ia menyebut ini titik krusial.

“Dengan adanya pemenang tender MK, dan tanda tangan kontrak, maka pembangunan konstruksi fisik serta penimbunan lahan stadion bisa kita kerjakan secepatnya pertengahan tahun ini,” ujar Munafri.

Jadi, pergeserannya jelas: dari urusan administrasi yang ruwet, kini menuju ke aktivitas di lapangan. Saat ini, proyek sedang dalam tahap persiapan pengadaan lewat Unit Layanan Pengadaan (ULP). Tujuannya sederhana: memastikan semuanya transparan sebelum tukang dan alat berat turun ke lokasi.

Kalau semua lancar, pekerjaan fisik seperti penimbunan lahan ditargetkan mulai antara Mei hingga Juli 2026. Fase ini penting banget, karena jadi penentu kesiapan tapak sebelum struktur stadion dibangun.


Munafri juga menekankan, ini bukan cuma soal bangun stadion. Lebih dari itu.

“Dengan masuknya proyek ke tahap lanjutan ini, kita optimistis pembangunan Stadion Untia dapat segera terealisasi, sekaligus menjadi infrastruktur olahraga representatif yang mendorong perkembangan sepak bola dan ekonomi kawasan di wilayah utara kota,” jelasnya.

Memang, pendekatan Pemkot terkesan sangat hati-hati. Mereka enggak mau buru-buru. Daripada nanti ada masalah di tengah jalan seperti sengketa lahan atau proyek mangkrak lebih baik semuanya dipastikan matang dulu. Sepanjang 2025, fokusnya adalah menyelesaikan legalitas lahan seluas 23 hektare itu. Semuanya sudah disertifikasi. Itu dasar yang kokoh, meski sering diabaikan dalam proyek-proyek besar.

Belum lagi dokumen teknisnya. Dari studi kelayakan, analisis dampak lalu lintas, sampai AMDAL, disusun secara paralel. Semua syarat itu wajib dipenuhi agar proyek ini benar-benar berkelanjutan.

Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsy Zubir, membeberkan detailnya. Saat ini, fokusnya adalah menyelesaikan dokumen teknis dan administrasi sebagai dasar tender konstruksi fisik.

“Sekarang, proses persiapan administrasi dan dokumen fisik terus kami lakukan agar pembangunan stadion segera berlanjut ke tahap konstruksi di tahun 2026 ini,” katanya.

Ia menambahkan, targetnya dokumen-dokumen itu rampung akhir April 2026. Setelah itu, tender konstruksi fisik bakal digelar awal Mei. Prosesnya diperkirakan butuh 30 sampai 45 hari.

“Jika tidak ada hambatan, maka pada akhir Juni atau awal Juli sudah dapat memasuki tahap kontrak,” ujar Zuhaelsy.

Dana untuk tahun ini sudah disiapkan, sekitar Rp124 miliar. Anggaran itu akan dipakai untuk pekerjaan awal: pematangan lahan dan penimbunan. Baru setelah itu, pembangunan struktur utama stadion akan dilakukan bertahap dalam skema multiyears.

Yang menarik, proyek ini terbuka lebar untuk kontraktor nasional. Tidak ada pembatasan khusus. Tapi standarnya tinggi, bahkan mengacu pada standar FIFA.

“Semua memiliki kesempatan yang sama. Namun, karena ini proyek besar, tentu perusahaan yang ikut harus memiliki kapasitas, pengalaman, dan kompetensi yang memadai,” tegasnya.

Dengan semua tahapan yang sudah dilalui, wacana tentang Stadion Untia perlahan berubah jadi kenyataan. Di lapangan, aktivitas awal seperti pembukaan akses jalan mulai terlihat. Itu tanda kecil yang berarti besar.


Mungkin istilah “perlahan tapi pasti” paling pas menggambarkan proyek ini. Ritmenya memang tidak tergesa, tapi setiap langkahnya berusaha kokoh. Dari sisi hukum, teknis, sampai perencanaan, semuanya ingin dipastikan kuat dulu.

Buat warga Makassar, terutama para suporter PSM, perkembangan ini jelas membawa harapan. Stadion Untia bukan cuma sekadar kandang baru. Ia bisa jadi simbol kebangkitan infrastruktur olahraga di Indonesia Timur. Sebuah langkah besar yang, meski butuh waktu, sedang menapak menuju kenyataan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar