Pelatih Timnas Oman, Tarik Sektioui, justru mengungkapkan rasa senang di tengah kekalahan telak 3-0 dari Indonesia dalam laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Sikap tak terduga ini disampaikan Sektioui usai timnya gagal membendung agresivitas permainan skuad Garuda sepanjang pertandingan. Ia mengakui bahwa kualitas permainan Indonesia telah melampaui ekspektasi, jauh dari gambaran peringkat dunia yang dimiliki.
Tiga gol kemenangan Indonesia lahir melalui aksi Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny di menit ke-27, dan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-55. Ketiga gol tersebut tercipta dari eksploitasi celah di sisi sayap pertahanan Oman yang menjadi titik lemah paling kentara. Sektioui menilai kecepatan dan organisasi permainan Indonesia menjadi faktor yang sangat sulit dibendung anak asuhnya, terutama pada babak pertama yang berakhir dengan keunggulan dua gol untuk tuan rumah.
"Kami bermain melawan tim yang sangat terorganisasi dan seimbang di setiap lini," ujar Sektioui kepada awak media usai pertandingan. Pelatih asal Maroko itu menegaskan bahwa secara taktis, timnya gagal menempatkan posisi pemain dengan baik. "Kami gagal menangani jalannya pertandingan," katanya, menyoroti ketidakmampuan Oman dalam menjaga sisi sayap yang cepat dan agresif dari Timnas Indonesia.
Meski Oman sempat mendapatkan peluang emas melalui tendangan penalti pada menit ke-38, eksekusi Hatem Al-Rushadi berhasil dibaca dan ditepis oleh Emil Audero, penjaga gawang Indonesia. Kegagalan tersebut semakin mempersulit upaya Oman untuk bangkit, dan perubahan formasi yang dilakukan pada babak kedua tidak cukup efektif untuk menembus pertahanan lawan.
Di sisi lain, Sektioui memilih untuk melihat sisi positif dari kekalahan ini. Ia menyebut pertandingan tersebut sebagai pengalaman berharga bagi skuad yang baru pertama kali bermain bersama. "Saya senang dengan cara kami mengakhiri pertandingan. Ini adalah pertandingan pertama kami dengan grup ini, dengan tim ini," pungkasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti keunggulan fisik pemain Indonesia yang dinilainya sangat kompetitif. Faktor tersebut, menurut Sektioui, menjadi kunci utama dalam penguasaan permainan, terutama di babak pertama. "Timnas Indonesia memiliki kemampuan yang baik secara umum, terutama dalam hal fisik. Hal itu membuat mereka mengontrol permainan di babak pertama," bebernya.
Kendati demikian, Sektioui berharap timnya dapat mengambil pelajaran dari kekalahan ini. Ia menekankan pentingnya terus mengembangkan kualitas pemain dan strategi guna menghadapi pertandingan-pertandingan mendatang yang lebih berat.
Artikel Terkait
PB Djarum Buka Audisi Umum 2026 di Tiga Kota, Cari Bibit Muda Penerus Kevin Sanjaya
Shin Tae-yong Kandidat Terkuat Pelatih Persija Musim Depan
Marquez Sebut Duel Bezzecchi vs Martin Jadi Perebutan Gelar MotoGP Paling Menarik
Timnas Indonesia Akhirnya Kalahkan Oman Setelah 38 Tahun, Pelatih John Herdman Puji Penampilan Emil Audero